Minggu, 21 September 2014

"Headway 8 Menit" ditargetkan selesai 2014

Senin, 16 Juli 2012 15:09 WIB | 2.767 Views
Ilustrasi kereta api (ANTARA/M Risyal Hidayat)
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Transportasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Bambang Prihartono mengatakan Headway 8 Menit" yang merupakan upaya untuk mengurangi kepadatan transportasi publik direncanakan akan selesai pembangunannya pada 2014.

"Salah rencana untuk mengurangi kepadatan transportasi publik di Jabodetabek akan dibangun Headway 8 Menit, yang ditargetkan selesai pada tahun 2014," kata Bambang di gedung Bappenas Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, rencana `Headway 8 Menit` ini merupakan salah satu bagian dari empat `tulang punggung` dalam mengurangi kepadatan transportasi di ibu kota. Tiga tulang punggung lainnya adalah Trans Jakarta, MRT, dan Park & Ride.

Ditambahkannya, `Headway 8 Menit` dibangun untuk mengurangi waktu tunggu bagi para penumpang kereta api dari yang selama ini kisarannya bisa mencapai lebih dari 20 menit-an menjadi hanya delapan menit saja.

"Jadi, proyek ini nantinya akan membuat selisih waktu antara buntut kereta pertama dengan kereta berikutnya hanya akan berbeda delapan menit saja," jelasnya.

Ia mengungkapkan, proyek tersebut nantinya akan dilaksanakan secara bersama oleh pemerintah pusat dengan menggandeng Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan juga Pemerintah Daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Tentang pendanaan, penambahan kereta, itu semua lagi dihitung oleh Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia," katanya.

Menurutnya, pembangunan proyek ini sangat penting untuk diterapkan di Jakarta karena dari waktu ke waktu tingkat kemacetan di Jakarta saat ini sudah parah dan juga besarnya tingkat kerugian yang ditimbulkan.

Selain itu, dengan dibangunnya proyek tersebut nantinya, ia berharap waktu penantian penumpang untuk menunggu kereta bisa dipersingkat.

"Dengan upaya itu pula harapnya, para warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang awalnya lebih suka menggunakan kendaraan pribadi untuk beraktifitas dan bekerja, bisa beralih menggunakan kereta api. Jika ini terjadi tentunya angka kemacetan lalu lintas di Jakarta bisa semakin ditekan," ujarnya.
(*)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga