Rabu, 30 Juli 2014

Rusia desak semua pihak hentikan pertempuran

Senin, 16 Juli 2012 17:15 WIB | 2.587 Views
Moskow (ANTARA News/Xinhua-0ANA) - Rusia mendesak semua pihak Suriah menghentikan permusuhan secara bersamaan untuk mengakhiri krisis 16-bulan di negara itu.

Menjelang kunjungan kedua utusan khusus bersama PBB-Liga Arab Kofi Annan ke Moskow, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam jumpa pers, Senin, menyatakan Suriah juga harus secara serentak menarik senjata berat dan pasukan dari kota di bawah kendali tentara PBB.

Kofi Annan akan datang ke Moskow untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa guna membahas krisis Suriah yang sedang berlangsung, kata Kremlin hari Minggu.

Sebagai perunding top dan penggagas rencana perdamaian untuk konflik Suriah, Annan direncanakan untuk membahas situasi Suriah dengan Putin dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov, kata petugas pers Kremlin.

Rusia bermaksud untuk menegaskan kembali dukungannya terhadap rencana enam pasal Annan yang menyerukan pendekatan politik dan diplomatik untuk mengakhiri krisis, kata pernyataan Kremlin.

Dia menambahkan bahwa rencana Annan "adalah satu-satunya solusi platform yang layak untuk penyelesaian masalah internal Suriah."

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Gennady Gatilov membuat komentar serupa pekan lalu, mengatakan bahwa rencana Annan terbukti menjadi "platform yang praktis."

Anggota Eropa di Dewan Keamanan PBB, bersama dengan Amerika Serikat, mengedarkan rancangan resolusi baru pada Rabu yang mengancam sanksi terhadap Suriah kecuali Damaskus berhenti menggunakan senjata berat di daerah-daerah berpenduduk dan menarik pasukannya.

Resolusi tersebut akan "tidak seimbang," karena mereka hanya membutuhkan pemerintah Suriah memenuhi kewajibannya, kata Gatilov, dan menambahkan bahwa Rusia tidak akan membiarkan Dewan Keamanan menjatuhkan sanksi terhadap Suriah.
(H-AK)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga