Jumat, 1 Agustus 2014

Korut tuduh Korsel berniat hancurkan patung

Senin, 16 Juli 2012 17:11 WIB | 3.290 Views
Seoul (ANTARA News) - Korea Utara pada Senin menuduh Korea Selatan dan Amerika Serikat menggunakan pembelot dalam apa yang diduga sebagai misi subversif untuk menghancurkan patung dan monumen, yang diabdikan bagi para pemimpin Korut.

Korut mengatakan sejumlah "penghianat", termasuk warganya yang menyeberang ke Korsel, baru-baru ini ditahan karena mencoba menghancurkan patung dan monumen.

Pihak berwenang intelijen Korsel merekrut para pembelot dan membantu mereka menyusup ke Korea Utara, demikian dikatakan komite reunifikasi damai Korut, yaitu badan negara yang menangani masalah perlintasan-batas, dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh media pemerintah.

Bukti menunjukkan bahwa Amerika Serikat juga terlibat secara aktif dalam rencana untuk melukai kehormatan para pemimpin Korea, kata pernyataan itu.

"Ini merupakan serangan yang keji terhadap martabat pemimpinan tinggi (Korea Utara)," kata komite tersebut.

Lebih dari 13.500 pengungsi Korut telah menetap di Korsel sejak Perang Korea tahun 1950-1953.

Korut menggambarkan para pembelot ke Korsel sebagai "sampah manusia" yang mengianati negaranya.

Korut telah membangun sejumlah monumen bagi mendiang pemimpinnya, yaitu Kim Il-Sung yang meninggal tahun 1994 dan puteranya Kim Jong-Il yang wafat pada Desember tahun lalu.

Korut juga mengukir pesan-pesan yang memuji dinasti Kim pada ratusan batu dan tebing.

Korut telah memperlihatkan ukiran besar seluas 120 meter di permukaan sebuah batu alami untuk menandai kelahiran Kim Jong-Il pada bulan Februari.

Pada April, dua patung berukuran raksasa menyerupai Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il juga diperlihatkan di Pyongyang, beberapa jam setelah peluncuran roket Korut berakhir dengan kegagalan.

Korut telah mengancam akan menyerang pemerintah Korsel dan media konservatif yang dianggap melakukan penghinaan terhadap rejimnya selama perayaan seratus tahun kelahiran Kim Il-Sung di Pyongyang pada April lalu, demikian AFP melaporkan.

(SYS/T008/B002)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga