Jumat, 1 Agustus 2014

Eks Bandara Selaparang diusulkan sebagai basis SAR

Senin, 16 Juli 2012 18:00 WIB | 1.511 Views
Mataram (ANTARA News) - Kawasan eks Bandara Selaparang Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), diusulkan sebagai basis pergerakan SAR (Search and Rescue) untuk kawasan Indonesia bagian timur, yang selama ini memanfaatkan areal di Bandara Abdurahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

"Usulan ini sudah kami kemukakan kepada anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah) saat berkunjung ke NTB, beberapa waktu lalu. Kini kami usulkan lagi kepada bapak-ibu dari DPR," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Husnuddin Achsyid, saat berdialog dengan Komisi VIII DPR, di Mataram, Senin.

Dialog itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja 10 orang anggota Komisi VIII DPR di NTB dalam masa reses, yang dipimpin oleh DR H Ali Maschan Moesa, anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pertemuan dialog itu dipandu Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan dihadiri para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Komisi VIII DPR membidangi Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Indonesia, serta Kementerian Sosial, termasuk penanggulangan bencana.

Husnuddin mengatakan, selama ini basis pergerakan SAR di kawasan Indonesia timur jika mencuat bencana nasional, dimulai dari Bandara Abdurahman Saleh di Malang.

"Kalau dilihat dari luas areal, eks Bandara Selaparang lebih lapang sehingga lebih cocok untuk dijadikan basis SAR kawasan Indonesia timur," ujarnya.

Menurut dia, ketika usulan itu dikemukakan kepada anggopta DPD, langsung ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan.

Karena itu, Husnuddin berharap, tim Komisi VIII DPR juga berkenan meninjau lokasi eks Bandara Selaparang itu, agar lebih yakin dan terlibat aktif memperjuangkan usulan tersebut.

"Jika pusat setuju, tinggal dikoordinasikan dengan PT Angkasa Pura I sebagai pemilik lahan eks Bandara Selaparang Mataram itu," ujarnya.

Namun, usulan tersebut tidak langsung ditanggapi tim Komisi VIII DPR, yang tengah berkunjung ke wilayah NTB itu.

Bandara Selaparang, beroperasi dengan "tri letter code" AMI sejak awal pengoperasiannya pada 1957, namun bandara itu baru dikelola PT Angkasa Pura I sejak 6 Agustus 1995 atau sejak 17 tahun silam.

Saat ini Bandara Selaparang memiliki panjang landasan 2.150 meter dan lebar 40 meter, pada luas areal 69 hektare, dan terletak persis di jantung pulau Lombok tepatnya di jalan Adi Sutjipto Kota Mataram.

Bandara itu ditutup semenjak Bandara Internasional Lombok (BIL) dioperasikan 1 Oktober 2011, yang diresmikan penggunaaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada 20 Oktober 2011.

(A058)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga