Senin, 1 September 2014

Kader Demokrat minta elite tidak saling menyalahkan

Senin, 16 Juli 2012 15:51 WIB | 1.321 Views
Jakarta (ANTARA News) - Kader Partai Demokrat yang tergabung dalam Aliansi Kepedulian Rakyat untuk Keselamatan Bangsa (AKRAB) meminta para elite partainya tidak mudah terpancing, saling menyalahkan, dan saling mencaci-maki dalam menghadapi isu-isu negatif partai saat ini.

"Jika para elite partai terjebak mempertontonkan nuansa konflik di hadapan publik, kami sebagai kader partai sungguh merasa malu karena hal itu justru akan menjadi bahan tertawaan berbagai kalangan di luar Partai Demokrat," kata Koordinator AKRAB Ruwandi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Ruwandi bersama dengan Sekretaris AKRAB Ahmad Saifuddin mengatakan, dalam keadaan partai yang sedang menjadi sasaran delegitimasi, hendaknya para kadernya bersatu dan kompak menghadapinya.

Disebutkan, akhir-akhir ini Partai Demokrat sedang menghadapi masalah berat. Menjadi bulan-bulanan isu negatif di media massa setelah beberapa unsur pimpinan partai, seperti Ketua Umum Anas Urbaningrum, Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng, dan belakangan anggota Dewan Pembina Hartati Murdaya, disebut-sebut terkait dengan masalah di KPK.

"Bagi kami, para pimpinan partai tersebut hanya merupakan sasaran antara dari upaya sistematis yang dilakukan untuk mendelegitimasi kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan sekaligus merupakan upaya untuk mengerdilkan Partai Demokrat menjelang Pemilu 2014," kata Ruwandi.

Terkait dengan penyebutan nama anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Siti Hartati Murdaya, yang dikait-kaitkan dengan masalah dugaan suap di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah, AKRAB menyatakan bahwa itu merupakan fitnah dan hendaknya menghormati prinsip praduga tak bersalah.

Ruwandi menyesalkan adanya komentar di berbagai media massa yang dilontarkan kalangan internal partai, yang belum apa-apa sudah buru-buru meminta Hartati Murdaya mundur dari Partai Demokrat.

"Kami juga sangat menyesalkan adanya komentar dari kalangan internal partai, yang buru-buru menyatakan bahwa Partai Demokrat tidak akan memberikan pembelaan terhadap Hartati Murdaya yang sedang menjadi sasaran fitnah terkait masalah dugaan suap di Buol Sulawesi Tengah," katanya.

Ruwandi mengingatkan Hartati Murdaya adalah seorang kader yang sudah banyak berkorban untuk ikut mendirikan dan membesarkan Partai Demokrat. Politik "habis manis sepah dibuang" adalah sikap politik yang tak punya hati nurani serta sikap politik yang tidak bertanggung jawab.

"Kami yakin yang berpotensi menurunkan perolehan suara Partai Demokrat pada Pemilu 2014 bukanlah karena adanya fitnah yang dialamatkan ke pimpinan partai, tetapi kami khawatir justru sikap kerdil dan jiwa picik elite-elite partai yang mudah terpancing isu dan lebih suka mempertontonkan nuansa konflik di depan publiklah yang berpotensi besar untuk menggerus kepercayaan rakyat terhadap Partai Demokrat," katanya.
(T.U002/B/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga