Selasa, 2 September 2014

Presiden SBY ingatkan krisis ekonomi belum usai

Senin, 16 Juli 2012 23:51 WIB | 4.667 Views
Presiden SBY ingatkan krisis ekonomi belum usai
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan kehormatan Direktur International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde (kiri) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/7). (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Solo (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan krisis ekonomi dunia belum berakhir.

"Oleh karena itu kita tidak boleh lengah, pemerintah akan bekerja keras untuk menjaga keselamatan dan pertumbuhan ekonomi kita," kata Presiden Yudhoyono saat meberikan sambutan hari lahir GP Ansor di Solo, Senin malam.

Presiden juga mengharapkan agar semua, baik pemerintah pusat maupun daerah, serta dunia usaha dan masyarakat bersatu guna menghadapi krisis yang ekonomi yang saat ini masih membayangi dunia.

Ia menambahkan, saat ini Indonesia masih dalam pertumbuhan ekonomi yang baik dan hal ini sepatutnya terus dipertahankan.

Ia juga menyatakan, dalam delapan tahun ini perekonomian terus meningkat, kemiskinan dan pengangguran terus berkurang.

Namun menurut dia, hal itu belumlah memuaskan. "Saudara-saudara kita belum puas, kemiskinan dan penganggurab harus dapat kita turunkan lebih tinggi lagi," kata Presiden.

Untuk itu, Presiden menegaskan, kebijakan dan program pembangunan untuk menurunkan kemiskinan harus sungguh-sungguh dijalankan di tanah air.

Oleh karena itu Presiden mengajak masyarakat termasuk GP Ansor untuk mengawasi dan ikut menyukseskan semua program-program pro rakyat yamg dijalankan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan di negeri ini.

Sementara itu Presiden juga mengapresiasi pertemuan internasional keuangan Islam untuk semua (International Islamic Financial Inclusion Summit) pertama yang juga diselenggarakan dalam peringatan hari lahir GP Ansor kali ini.

Presiden mengharapkan dalam pertemuan tersebut dapat dirumuskan kebijakan keuangan untuk semua yang mampu meningkatkan kesejahteraan.

Selain itu juga meningkatkan kerjasama antarnegara terutama negara-negara Islam dalam pengembangan keuangan untuk semua (financial inclusion).  (M041/B012)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga