Jumat, 31 Oktober 2014

Skenario baru evakuasi bencana Merapi disiapkan

| 3.164 Views
id erupsi gunung merapi, barak pengungsi, jalur evakuasi, sungai opak, sungai gendol
Skenario baru evakuasi bencana Merapi disiapkan
Sejumlah wisatawan berwisata di kawasan erupsi Gunung Merapi, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Minggu (13/2). Gunung Merapi yang mengalami erupsi beberapa waktu lalu menjadi salah satu tempat tujuan wisata favorit bagi para wisatawan pada saat liburan. (FOTO ANTARA/Noveradika)
dusun di sisi timur Sungai Gendol saat ini sudah tidak ada warga yang menghuni setelah luluh lantak diterjang erupsi 2010."
Sleman (ANTARA News) - Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah menyiapkan skenario baru untuk evakuasi jika terjadi bencana erupsi Gunung Merapi.

"Pascaerupsi 2010, mayoritas wilayah Desa Kepuharjo diapit dua sungai aliran lahar Merapi yakni Sungai Opak dan Gendol, sehingga kami harus membuat gambaran untuk evakuasi jika aktivitas Merapi meningkat," kata Kepala Desa Kepuharjo Heri Suprapto di Sleman, Selasa.

Menurut dia, skenario evakuasi di dusun di sisi timur aliran Sungai Opak diarahkan ke selatan menuju Desa Wukirsari dan dari Geblok ke barat, menuju barak pengungsian terdekat.

"Jalur evakuasi ini kami nilai lebih aman, karena jika mengikuti jalur ke selatan maka jalan akan semakin mendekati aliran Sungai Gendol yang merupakan jalur utama lahar Merapi, sehingga akan lebih berbahaya," katanya.

Ia mengatakan, untuk evakuasi warga di barat Sungai Opak seperti Pagerjurang, Petung, dan Kaliadem evakuasi langsung ke barat, dan hal itu relatif lebih mudah.

"Evakuasi untuk warga di barat Sungai Opak relatif lebih mudah karena tinggal menggunakan akses jalan ke barat menjauhi aliran Sungai Opak dan menuju ke barak terdekat. Sedangkan untuk dusun di sisi timur Sungai Gendol saat ini sudah tidak ada warga yang menghuni setelah luluh lantak diterjang erupsi 2010," katanya.

Heri mengatakan, saat ini yang menjadi persoalan adalah jalur-jalur evakuasi tersebut dalam kondisi rusak parah akibat padatnya lalu lintas truk pengangkut pasir dan batu.

"Harapan kami jalur-jalur evakuasi tersebut dapat segera diperbaiki karena kondisinya saat ini rusak parah, agar jika nanti aktivitas Merapi meningkat upaya evakuasi tidak terhambat," katanya.

Selain itu, katanya, hingga saat ini pihaknya juga belum tahu dimana saja terdapat barak-barak pengungsian sementara untuk menampung warga yang dievakuasi.

"Sebenarnya Desa Kepuharjo memiliki barak pengungsian di Pagerjurang, namun barak tersebut hanya berjarak tujuh kilometer dari puncak Merapi, jika jarak aman di atas 10 kilometer maka barak tersebut tidak dapat digunakan," katanya. (V001/M029)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga