Sabtu, 1 November 2014

PBB kutuk serangan pemberontak di Kongo

| 3.645 Views
id pbb, pemberontak, kongo, pemberontak kongo
Kongo menuduh tentara Rwanda memperlengkapi langsung dan mendukung pemberontakan M23.
PBB (ANTARA News) - Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan-serangan para pemberontak bersenjata di timur Republik Demokratik Kongo pada Senin dan menuntut semua dukungan luar terhadap para pemberontak yang mengganggu provinsi-provinsi di perbatasan Kongo dengan Rwanda diakhiri.

Pemberontak canggih M23 awal bulan ini membuat pasukan pemerintah Kongo melarikan diri terbirit-birit, menimbulkan ribuan pengungsi warga sipil, dan menewaskan seorang penjaga perdamaian PBB dari India serta memicu ketegangan-ketegangan antara Kongo dan Rwanda.

Kongo menuduh tentara Rwanda memperlengkapi langsung dan mendukung pemberontakan M23.

Pemerintah Rwanda membantah keras tuduhan-tuduhan tersebut, meskipun bukti yang diberikan oleh para ahli PBB mendukung tuduhan, bahwa para pejabat tinggi militer di Kigali telah mendukung dan memasok pemberontakan di Kongo timur.

Dalam satu pernyataan, ke-15 anggota Dewan Keamanan PBB mengutuk "semua dukungan luar untuk semua kelompok bersenjata di Kongo dan menuntut agar semua bentuk dukungan kepada mereka segera dihentikan."

"Mereka lebih lanjut menyerukan kepada semua negara di kawasan itu untuk bekerja sama secara aktif dengan pihak berwenang Kongo dalam menindak demobilisasi M23," kata dewan.

Pernyataan ini juga mencatat "pentingnya" satu pakta regional untuk melenyapkan pemberontak bersenjata di Kongo timur, yang ditandatangani oleh presiden Republik Demokratik Kongo dan Rwanda serta para pemimpin lainnya dari wilayah Danau Besar, pada Minggu.

Pemberontakan M23 ikut ambil bagian dalam perjanjian damai 2009 di mana para pemberontak mengatakan itu pelanggaran oleh Kinshasa.

Kemudian makin membengkak dengan ratusan pembelot dari tentara Kongo mendukung buronan Kongo, Jenderal Bosco Ntaganda, yang dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan kejahatan perang.

Dewan Keamanan menuntut agar semua kelompok bersenjata "segera menghentikan kegiatan dan segala bentuk kekerasan" serta mendesak agar para komandan M23, termasuk Ntaganda, ditangkap dan dibawa ke pengadilan.

Dewan juga menyatakan keprihatinan yang mendalam pada memburuknya situasi kemanusiaan, "meningkatnya jumlah pengungsi dan laporan kekerasan seksual serta penggunaan tentara anak."

PBB mengerahkan misi penjaga perdamaian lebih dari 17.000 di Kongo, tetapi sering kesulitan untuk menghentikan pertempuran dan melindungi warga sipil di negara yang luas dan sulit diatur di Afrika tengah yang menghasilkan emas, tembaga, timah, berlian dan mineral lainnya itu.

(H-AK)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga