Rabu, 1 Oktober 2014

Pemerintah kejar peningkatan produksi enam persen

Selasa, 17 Juli 2012 12:01 WIB | 1.957 Views
Pemerintah kejar peningkatan produksi enam persen
Menteri Pertanian Suswono (FOTO ANTARA)
target produksi padi sebanyak 75,70 juta ton, jagung 29 juta ton, kedelai 2,7 juta ton, gula 4,81 juta ton dan daging sapi 0,55 juta ton.
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian siap mengejar peningkatan produksi pangan sebesar enam persen per tahun dalam dua tahun ke depan untuk mencapai target suplus 10 juta ton beras pada 2014.

Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, Selasa, mengatakan pada 2014 pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan swasembada lima komoditas pangan yakni padi, jagung, kedelai, gula dan daging sapi yang mana khusus untuk padi diharapkan surplus 10 juta ton beras.

"Dua tahun ke depan merupakan waktu yang efektif untuk mencapai target tersebut. Oleh karena itu dalam dua tahun berturut-turut kita ingin mengejar peningkatan produksi 6 persen per tahun," katanya ketika membuka Konferensi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) yang digelar pada 16-18 Juli 2012.

Konferensi DKP yang dilaksanakan dua tahun sekali tersebut pada kali ini bertema "Percepatan Pencapaian Swasembada Lima Komoditas Pangan Pokok".

Mentan menyatakan, untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan pada 2014 pemerintah menetapkan target produksi padi sebanyak 75,70 juta ton, jagung 29 juta ton, kedelai 2,7 juta ton, gula 4,81 juta ton dan daging sapi 0,55 juta ton.

Pada kesempatan itu Suswono mengakui, berbagai kendala yang dihadapi untuk mencapai sasaran produksi pangan tersebut antara lain laju alih fungsi lahan pertanian yang sangat tinggi, perubahan iklim yang berpengaruh negatif pada upaya peningkatan produksi pangan.

Selain itu, lanjutnya, kerusakan infrastruktur pertanian seperti jalan dan saluran irigasi yang mencapai 50 persen lebih.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, menurut dia, sejumlah langkah yang telah diambil antara lain melakukan pencetakan sawah baru untuk menggantikan alih fungsi lahan pertanian selain itu juga perbaikan jaringan irigasi guna meningkatkan indeks pertanaman.

Kemudian peningkatan penggunaan pupuk berimbang dan benih varietas unggul tahan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) dan cekaman lingkungan serta pengendalian OPT.

Sedangkan untuk pencapaian swasembada kedelai masih diperlukan penambahan luas lahan dari 700 ribu hektare menjadi 2 juta hektare pada 2014, meningkatkan produktivitas 1,3 ton/ha menjadi 1,54 ton/ha, pemberian bantuan benih unggul, peningkatan penggunaan pupuk dan pengendalian OPT.

Sementara untuk mempertahankan swasembada jagung yang telah dicapai dan mewujudkan target produksi 29 juta ton, Suswono menyatakan, dilakukan melalui penambahan luas lahan 5 persen dari 39 juta hektar.

Selain itu, peningkatan ketersediaan air untuk meningkatkan produktivitas, pemberian bantuan benih unggul dan perbaikan pasca panen.

"Melihat tantangan, permasalahan dan peluang dalam pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan untuk lima komoditas pangan pokok maka percepatan pencapaiannya menjadi syarat mutlak," katanya.

Menurut Suswono, kerja keras dan kerja cerdas sangat diperlukan baik oleh jajaran aparat pertanian daerah maupun pemangku kepentingan lain untuk menjawab berbagai permasalahan yang dapat menghambat laju pencapaian swasembada dan swasembada pangan berkelanjutan lima komoditas pangan utama tersebut.
(S025)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga