Selasa, 2 September 2014

AS akan nilai Korut berdasarkan sikapnya

Selasa, 17 Juli 2012 16:42 WIB | 3.638 Views
AS akan nilai Korut berdasarkan sikapnya
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un (depan kiri) mengunjungi Taman Kanak-kanak Kyongsang dalam gambar tak bertanggal yang dirilis oleh KCNA di Pyongyang, Minggu (15/7). (REUTERS/KCNA)
Air Force One (ANTARA News) - Amerika Serikat, Senin, mengatakan akan menilai Korea Utara berdasarkan sikapnya dan menolak untuk berspekulasi atas penggantian Kepala Angkatan Darat negara komunis itu.

Juru bicara Gedung Putih Jay Carney, yang mendampingi Presiden Barack Obama ke Ohio, mengatakan hal itu saat diminta komentarnya terkait berita media Korea Utara mengenai Ri Yong-Ho, yang sebelumnya dianggap sebagai orang kepercayaan pemimpin muda negara itu, Kim Jong-Un.

"Kebijakan kita terhadap Korea Utara ditentukan berdasarkan akuntabilitas Korea Utara dalam memenuhi kewajiban internasionalnya dan sikap-sikapnya, bukan dengan cara menafsirkan keputusan-keputusan pribadi di negara dengan sistem pemerintahan dan masyarakat yang paling kabur di dunia itu," kata Carney.

Carney mengacu pada janji-janji Korea Utara dalam perundingan enam pihak yang bertujuan untuk menghentikan program nuklirnya dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyeru negara komunis itu untuk tidak melakukan uji coba nuklir atau misil.

Korea Selatan telah menggambarkan pengumuman mendadak penggantian Pimpinan Angkatan Darat sebagai hal yang sangat tidak biasa dan akan mencermati perubahan yang terjadi di negara tetangganya itu.

Ri dinilai sebagai tokoh garis keras di Korea Utara yang pada aksi Maret lalu menyatakan "perang suci" melawan Korea Selatan yang dituduh telah menghina kepemimpinan di Pyongyang.

Ri adalah salah satu tokoh kunci yang mendukung Kim, yang belum teruji, yang mengambil alih kepemimpinan negara pemilik nuklir itu di usia 20an setelah kematian ayahnya Kim Jong-Il pada bulan Desember.

Media negara itu mengatakan bahwa Ri mengundurkan diri dari semua posisinya karena sakit namun para pengamat menilai Ri tidak lagi disukai oleh Kim atau pemimpin baru itu berusaha menegaskan kewenangannya.

Korea Utara pada 13 April meluncurkan roket yang disebut oleh media Pyongyang sebagai sebuah kegagalan.

(G003)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga