Selasa, 23 Desember 2014

Hamil? Jangan asal banyak makan

| 2.592 Views
id ibu hamil, hamil, nutrisi hamil, porsi makan hamil
Hamil? Jangan asal banyak makan
Hamil (FOTO ANTARA/Eric Ireng)
Jangan nasinya aja yang segunung, karena ibu hamil juga butuh protein, asam folat, dan sebagainya
Jakarta (ANTARA News) - Sangkaan bahwa ibu hamil perlu makan yang serba banyak tidak menjamin proses kehamilan yang baik, bila tidak diiringi dengan kualitas gizi yang memadai, demikian dikatakan dokter ahli gizi klinis, dr. Samuel Oetoro MS, SpGK di Jakarta, Selasa siang.

"Kesehatan anak tergantung dari zat gizi makanan di dalam kandungan. Nutrisi sebelum ibu hamil pun berpengaruh," kata dia.

Dia menegaskan, makanan yang dikonsumsi saat hamil harus mengandung gizi yang sempurna karena itu adalah konsekuensi seumur hidup bagi bayi.

Seperti fetal programming hypothesis, yaitu kondisi kehamilan itu memengaruhi kesehatan jangka panjang bagi bayi. Bila ibu kurang nutrisi saat hamil, si bayi bisa menderita penyakit-penyakit yang baru muncul saat beranjak dewasa.

"Kalau ada orang umur 30-40 tahun kena penyakit jantung bisa saja karena saat di kandungan kurang nutrisi," kata dia.

Oleh karena itu, ibu mengandung harus mengonsumsi makanan yang lebih banyak dari biasanya, namun tetap harus diatur porsi dan variasinya.

"Jangan nasinya aja yang segunung, karena ibu hamil juga butuh protein, asam folat, dan sebagainya," ujar Samuel.

Ia juga mengemukakan, tambahan porsi untuk ibu hamil adalah 300 kalori atau sekitar tiga perempat porsi makan siang.

Berbagai vitamin juga dibutuhkan, termasuk vitamin B6 yang bisa mencegah rasa mual pada perempuan hamil. Vitamin itu bisa diperoleh di sayuran hijau, daging unggas, ikan, sapi, dan pisang.

Selain itu, ibu hamil kerap mengalami masalah konstipasi, terutama pada kehamilan di atas enam bulan. Konsumsi serat seperti pada buah dan sayuran bisa mengatasinya.

"Makan buah dengan kulitnya, karena di kulit buah itu seratnya tinggi. Makan sayur juga jangan daunnya saja, makan juga batangnya karena di situ ada serat tidak larut air yang mengembangkan kotoran sehingga usus besar terangsang," ujar dia.
(nan)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga