Jumat, 24 Oktober 2014

Lima tempat dengan kuman terbanyak di mal

| 3.813 Views
id bakteri E. coli, kuman
Lima tempat dengan kuman terbanyak di mal
Ilstrasi (Grafis)
hindari memegang pegangan pada eskalator."
Jakarta (ANTARA News) - Apakah Anda gemar mengunjungi mal atau pusat perbelanjaan, mungkin beberapa tempat ini perlu diwaspadai karena menjadi tempat berkembang biaknya kuman dan bakteri seperti E.coli.

Wastafel yang terdapat pada toilet umum di mal adalah salah satu lokasi berkembang biaknya bakteri seperti E. coli.

Gagang keran air pada wastafel merupakan tempat berkumpulnya bakteri tersebut, karena orang-orang menyentuh bagian itu setelah menggunakan toilet, jelas Health.com.

Tempat lain yang menjadi tempat berkumpulnya kuman dan bakteri adalah meja makan yang terdapat pada pujasera.

Meskipun Anda telah membersihkan meja tersebut, kuman dan bakteri akan tetap bekembang biak bila meja tidak dicuci dengan bersih.

Direktur dari divisi mikrobiologi dan imunologi klinis dari New York University Langone Medical Center, Philip Tierno, PhD, mengatakan bahwa pembersih disinfektan yang mengandung alkohol dapat membunuh kuman dan bakteri yang terdapat pada meja tersebut.

Kolega Tierno, Charles Gerba, PhD, mengemukakan bahwa timnya menemukan kandungan bahan makanan, bakteri E.coli, urin, feses bahkan noda darah pada pegangan eskalator yang terdapat di mal.

"Oleh sebab itu, hindari memegang pegangan pada eskalator. Namun bila secara sengaja atau tak sengaja menyentuhnya, sebaiknya Anda menggunakan cairan pembersih tangan sesudahnya," ujar Gerba.

Tombol pada mesin ATM adalah tempat berkembang biak mikrobakteria. Sebuah penelitian di China menemukan bahwaq tombol pada mesin ATM mengandung sekitar 1.200 kuman, termasuk bakteri E.coli. Untuk mencegah terpaparnya bakteri, cuci tangan Anda dengan sabun, setelah menggunakan mesin ATM.

Lokasi lain tempat berkembang biaknya kuman adalah sampel kosmetik yang tersedia di gerai kosmetik. Tierno memaparkan bahwa penelitian dia membuktikan bahwa seseorang yang sakit ataupun dari toilet dan tidak mencuci tangan, menggunakan sampel kosmetik tersebut, sehingga kuman dan bakteri menempel pada kosmetik itu.

"Hindari penggunakan sampel kosmetik pada wajah Anda. Bila Anda menggunakannya pada tangan, gunakan kertas tisu untuk menghapusnya sesegera mungkin," kata Tierno.

(M048)


Penerjemah: Maria Rosari Dwi Putri

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga