Sabtu, 1 November 2014

HT ajak profesional RI di Singapura berkontribusi

| 2.232 Views
id profesional indonesia, indonesia-singapura, profesional majukan bangsa, hary tanoesoedibjo
Kawasan Asia adalah kawasan yang paling maju perekonomiannya di dunia karena Eropa dan Amerika sedang mengalami krisis ekonomi
Jakarta (ANTARA News) - Pengusaha nasional Hary Tanoesoedibjo (HT) mengajak kalangan profesional Indonesia yang ada di Singapura untuk bersama-sama berkontribusi membangun bangsa dengan membuka berbagai peluang usaha kreatif di Tanah Air.

Seruan itu disampaikan Hary Tanoesoedibjo di hadapan ratusan profesional Indonesia ketika ia menjadi pembicara dalam Dialog Tokoh Nasional di KBRI Singapura pada Senin (16/7). Acara itu diselenggarakan oleh Indonesia Profesional Association (IPA) di Singapura, demikian siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.

"Kawasan Asia adalah kawasan yang paling maju perekonomiannya di dunia karena Eropa dan Amerika sedang mengalami krisis ekonomi. Sementara untuk kawasan Asia, Indonesia merupakan negara yang paling siap menghadapi krisis karena ekonominya bersandar kepada perekonomian lokal dan tidak bersandar pada ekspor," ujarnya.

Dikemukakannya bahwa Eropa mengalami krisis karena beban hutang sudah mencapai 70 persen dibanding GDP. Sementara kondisi usia masyarakat Eropa relatif 65 tahun keatas sehingga biaya untuk tunjangan kalangan usia tua sangat tinggi, sementara kontribusi pajak hanya 35 persen.

Sementara di Indonesia dengan jumlah penduduk nomor tiga terbesar di Asia, memilikimenurut dia, jumlah usia produktif mencapai 70 persen atau sekitar 150 juta orang. Usia produktif ini membuat daya beli mereka tinggi, sehingga tingkat konsumsi juga tinggi. Hal ini akan mendorong tingginya produktivitas industri dan PHK juga menjadi sangat rendah.

"Basis ekonomi kita 63 persen adalah konsumsi, dimana 65 persennya digerakkan oleh `private sector`. Pada saat yang sama inflasi di Indonesia sangat rendah, sehingga daya beli tinggi tetap dapat dipertahankan," ujarnya.

Disamping itu, sumber daya alam bangsa Indonesia masih sangat besar, baik perikanan, pertambangan, pertanian dan lainnya. Hal ini telah membuat perbedaan dan daya kompetisi yang tinggi karena masih banyak yang bisa diberdayakan secara maksimal.

"Dengan segala potensi yang dimilikinya, bangsa Indonesia juga memiliki kelemahan dari sisi kualitas sumber daya manusianya. Lebih 50 persen penduduk Indonesia masih berpendidikan setingkat SD, sehingga usia produktif yang besar tidak didukung oleh kualitas yang baik," ujarnya.

Tidak hanya itu, ia menambahkan, Indonesia juga memiliki kelemahan dibidang infrastruktur, dan ini yang menjadi salah satu faktor penghambat masih rendahnya pertumbuhan di Indonesia. "Tapi dari sisi lain, justru kelemahan infrastruktur ini membuat peluang dibidang tersebut menjadi sangat besar. Bangsa kita membutuhkan investasi yang besar di bidang infrastruktur dan jika melihat kondisi ekonomi saat ini, peluang terbesar investor dunia berada di Indonesia," demikian Hary Tanoe.
(ANT)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga