Pati (ANTARA News) - Dua bangunan kaki candi di Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diperkirakan merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, kata Ketua tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta Rita Istari.

"Berdasarkan ukuran batu batanya, kedua bangunan yang merupakan kaki candi tersebut diperkirakan dibangun pada abad 7 atau abad 9," ujarnya di Pati, Selasa.

Selain itu, lanjut dia, usia bangunan tersebut diperkirakan lebih tua dari bangunan Candi Borobudur dan tergolong sebagai temuan baru.

Candi dengan struktur bata, katanya, banyak dijumpai di wilayah Jatim, sedangkan untuk wilayah Jateng merupakan temuan langka dan dinilai luar biasa.

Untuk memastikan usia bangunan tersebut, katanya, harus ditemukan terlebih dahulu prasasti yang menunjukkan tahun, maupun huruf-huruf pada dua bangunan kuno tersebut.

Hasil ekskavasi pada dua bangunan kuno tersebut, katanya, memang menunjukkan kaki bangunan candi.

Sebetulnya, lanjut dia, sebuah bangunan candi terdiri dari tiga bagian, yakni pondasi bangunan paling bawah, kaki candi, tubuh dan atap candi.

Tubuh dan atap candi di Desa Kayen tersebut, katanya, sudah hilang.

"Akan tetapi, temuan ini cukup luar biasa karena bisa ditemukan di daerah pedesaan," ujarnya.

Dengan temuan tersebut, di Kabupaten Pati memiliki potensi adaa bangunan candi Mataram Kuno maupun Mataram Hindu.

Terkait dengan hilangnya tubuh dan atap bangunan candi, diperkirakan karena faktor usia bangunan yang sudah tua serta pengetahuan masyarakat setempat yang sangat minim terkait bangunan bersejarah tersebut, sehingga banyak masyarakat yang memanfaatkan temuan benda-benda kuno tersebut.

Seharusnya, kata dia, Dinas Pariwisata Kabupaten Pati memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya serpihan benda-benda kuno untuk diteliti sebagai penguatan dalam penelitian.
(KR-AN/N002)