Kamis, 23 Oktober 2014

Komisi VIII DPR desak PBB sut tragedi Myanmar

| 3.048 Views
id wakil rakyat, tragedi muslim rohingnya, muslim myanmar, anggota dpr, abdul hakim
Komisi VIII DPR desak PBB sut tragedi Myanmar
Sekretaris F-PKS DPR RI Abdul Hakim (FOTO ANTARA)
Ini seharusnya tidak boleh terjadi di negara manapun. Penegakan hak asasi manusia perlu dilakukan,"
Palangka Raya (ANTARA News) - Komisi VIII DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusut tuntas tragedi kemanusiaan pembunuhan sejumlah muslim etnis Rohingya di Arakan, Myanmar.

"Ini seharusnya tidak boleh terjadi di negara manapun. Penegakan hak asasi manusia perlu dilakukan," kata Anggota Komisi VIII DPR RI KH Abdul Hakim di Palangka Raya, Selasa.

Seharusnya PBB melakukan tindakan perlindungan dan tuntutan penghentian tindakan kekerasan terhadap kelompok etnis Rohingya serta menekan pemerintah Myanmar bagi penyelesaian politik.

PBB harus adil melihat persoalan ini, karena sudah menjadi hak manusia dan tidak boleh ada perbedaan dalam penyelesaiannya, yang biasanya ada ketergantungan PBB terhadap donasi-donasi yang memberikannya sehingga seringkali terjadi "double standar".

Dicontohkannya, di beberapa negara, PBB begitu aktifnya menyuarakan persoalan-persoalan dan melakukan tindak lanjut yang cukup signifikan, namun pada beberapa negara tertentu seringkali berbanding terbalik.

Untuk itu, tutur anggota DPR RI dari Dapil Lampung II yang bertugas di Komisi VIII ini, PBB segera melakukan aksi penyelesaian secara tuntas tanpa pandang bulu, karena ini menyangkut hak asasi kemanusiaan yang memang harus ditegakkan.

"Kalau perlu Pemerintah Indonesia mengirimkan delegasinya sebagai bentuk partisipasi untuk mendesak PBB bisa mengusut tuntas kasus ini secepatnya," ucapnya.

Dia juga memberi apresiasi positif kepada masyarakat Indonesia yang peduli terhadap nasib etnis muslim Rohingya di Myanmar.

"Saya melihat kepedulian masyarakat Indonesia cukup besar dan ada yang ingin berangkat ke Myanmar untuk memberikan bantuan sebagai bentuk keprihatinan atas tragedi tersebut," katanya.

Ia berharap, tragedi kemanusiaan seperti ini tidak terjadi lagi di negara mananpun terhadap etnis dan agama apapun, dengan sikap keadilan yang ditunjukkan PBB dan badan dunia lainnya.
(KR-TVA/S019)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga