Sabtu, 1 November 2014

Sekper: PTPN VII aset negara harus dijaga

| 2.929 Views
id kriminal pembakaran kantor ptpn vii, ptpn vii ogan ilir, sumsel, sekretaris ptpn vii, sonny soediastanto
Untuk soal lahan sudah harga mati, tidak bisa diberikan kepada masyarakat, karena merupakan aset perusahaan yang juga aset nagara. Kami diberi amanah untuk mengelola dan menjaganya,"
Bandarlampung (ANTARA News) - Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara VII (Persero), Sonny Soediastanto, menegaskan bahwa sikap BUMN perkebunan nasional ini tidak akan menyerahkan lahan kepada masyarakat yang menuntutnya.

"Untuk soal lahan sudah harga mati, tidak bisa diberikan kepada masyarakat, karena merupakan aset perusahaan yang juga aset nagara. Kami diberi amanah untuk mengelola dan menjaganya," kata Sonny, didampingi Sandri R. Kamil, Humas PTPN VII, di Bandarlampung, Selasa, dalam penjelasan berkaitan konflik lahan dengan warga sekitar PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Sengketa itu kembali memicu bentrok di lapangan yang terjadi hari ini, sehingga pihak kepolisian kembali harus turun tangan mengatasinya.

Namun, menurut PTPN VII, langkah yang ditempuh PTPN VII, kata Sonny, sudah pada jalur yang benar bahwa semua proses dilalui untuk memperoleh lahan sudah sesuai prosedur dan peraturan.

Karena itu, warga yang menuntut hendaknya juga mempunyai bukti-bukti yang sah, dan melalui prosedur sesuai dengan aturan dan perundang-undangan, kata dia lagi.

Meskipun demikian, dia menegaskan pula bahwa perusahaan milik negara ini, akan terus membuka ruang untuk melakukan dialog dan kerja sama untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan wilayah sekitarnya.

"Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk menjalin kerja sama, apakah melalui kepedulian sosial perusahaan atau corporate social responsibility maupun program-program yang lain untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Informasi perkembangan konflik lahan PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, menunjukkan setelah sekelompok perwakilan warga menggelar aksi di sejumlah tempat di Jakarta untuk menuntut pengembalian lahan yang kini dikelola PTPN VII itu, akhirnya terjadi bentrok antara massa dengan aparat kepolisian, Selasa hari ini.

Mereka membakar kebun tebu dan traktor serta merusak sejumlah bangunan milik PTPN VII Unit Usaha Cinta Manis di Ogan Ilir itu. Bahkan, dilaporkan sempat terjadi bentrokan antara polisi dan massa di area 200-an meter dari lokasi Pabrik Gula Cinta Manis.

Polisi pun harus mengamankan seorang anggota DPRD Sumsel dari PAN yang diduga sebagai penggerak massa, yaitu Rusdi Tahar.

Hingga sekitar pukul 17.00 WIB, suasana di sekitar Pabrik Gula Cinta Manis masih mencekam.

Ratusan massa warga setempat masih berkumpul dan berada di sejumlah lokasi dengan bersenjatakan golok, parang, pentungan, dan linggis.

Mereka mengancam para pekerja, termasuk para wartawan yang meliput di lokasi juga perlu mengamankan
(B014/D007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga