Rabu, 27 Agustus 2014

Analis : pertumbuhan reksadana semester kedua sulit diprediksi

Selasa, 17 Juli 2012 23:46 WIB | 3.307 Views
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners Vivian Secakusuma menilai pertumbuhan produk Reksadana pada semester kedua tahun 2012 akan sulit diprediksi seiring perekonomian global yang cenderung fluktuatif.

"Prospek investasi sebenarnya cukup positif, tetapi tetap fluktuasi tinggi, terutama pada reksadana saham seiring IHSG yang naik turunnya sulit diprediksi," kata Vivian dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Menurut Vivian, beberapa kebijakan dari negara ekonomi kuat dunia tetap secara tidak langsung akan memengaruhi gejolak naik turunnya iklim investasi, terutama di pasar saham.

"Indonesia kan faktornya bukan internal, tetapi eksternal, seperti waktu China menurunkan 'interest rate' yang langsung disambut positif oleh pasar domestik," kata Vivian.

Investasi yang terbaik, kata Vivian, adalah dengan tenor jangka panjang sehingga pertumbuhan

"Tidak bisa kita melihat dari nilai harian atau bulanan, beberapa produk investasi jangka panjang seperti reksadana saham dan reksadana pendapatan tetap akan menunjukkan tren pertumbuhan positif, hanya kita tidak bisa prediksi berapa nilainya," kata Vivian.

PT BNP Paribas sendiri mencatat jumlah dana kelolaan dan "dana advice" senilai Rp32,68 triliun per semester pertama 2012, yang berarti naik sekitar 5 persen dari posisi Rp28,5 triliun per akhir 2011 lalu. (P012)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca