Jumat, 19 September 2014

Iran mengancam, harga minyak naik

Rabu, 18 Juli 2012 03:30 WIB | 5.197 Views
Iran mengancam, harga minyak naik
(REUTERS/Mike Blake)
New York  (ANTARA News) - Harga minyak global naik Rabu pagi WIB setelah produsen minyak Iran memperingatkan militer AS di Teluk, di samping karena tekanan depresiasi dolar terhadap euro.

Harga minyak naik kendati Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke menyampaikan keterangannya kepada Kongres bahwa prospek ekonomi AS suram.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, berakhir pada 89,22 dolar AS per barel, atau naik 79 sen dibandingkan tingkat penutupan Senin.

Di London, minyak mentah Brent Laut Utara untuk pengiriman September naik 63 sen menjadi 104,00 dolar AS per barel.

Bernanke memberikan penilaian mengenai suramnya prospek lapangan pekerjaan dan pertumbuhan, sementara investor kecewa pada tidak jelasnya sinyal stimulus baru ekonomi yang sedang berjalan.

Para pedagang juga fokus pada produsen minyak Iran yang memperingatkan AS setelah militer negeri ini menambah kekuatan di Teluk menyusul penembakan fatal seorang nelayan India oleh kapal Angkatan Laut AS di perairan Dubai.

"Ketika Republik Islam mengatakan kehadiran pasukan asing sumber ketidakamanan, maka ini contoh sempurna dari apa yang Iran tentang," kata juru bicara kementerian luar negeri Ramin Mehmanparast seperti dikutip AFP

Angkatan Laut AS telah menambah pasukannya di Teluk yang kaya minyak di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran karena dipicu program nuklir Iran.

(A026) 

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga