Minggu, 21 September 2014

Kegiatan sekolah di Kwamki Lama lumpuh

Rabu, 18 Juli 2012 07:30 WIB | 3.812 Views
Kegiatan sekolah di Kwamki Lama lumpuh
Ilustrasi -- Kegiatan bnelajar mengajar sejumlah Murid SD Impres Sempan Barat, Kabupaten Mimika, Papua. (ANTARA/Spedy Paereng)
Timika (ANTARA News) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mimika, Papua, meminta jaminan keamanan dari kelompok yang bertikai di Kwamki Lama agar aktivitas belajar-mengajar di sejumlah sekolah di wilayah itu bisa berjalan.

Sekretaris Dinas Dikbud Mimika, Nilus Leisubun, di Timika, Rabu, mengatakan, jajarannya tidak pernah menutup aktivitas belajar-mengajar di Kwamki Lama. Lumpuhnya aktivitas belajar-mengajar di daerah itu lantaran tidak ada siswa yang datang ke sekolah karena takut menjadi sasaran kemarahan kelompok-kelompok yang bertikai.

"Tidak ada sekolah yang kami tutup kalau situasinya aman. Sekolah-sekolah di sana sampai saat ini belum memulai kegiatan belajar-mengajar karena murid tidak ada. Murid tidak berani datang ke sekolah karena situasi tidak aman, dan hal itu wajar," ujar Nilus.

Menurut dia, Dinas Dikbud Mimika tidak bisa memaksa kepala sekolah dan guru untuk menggelar kegiatan belajar-mengajar di beberapa sekolah di Kwamki Lama di saat situasi keamanan tidak mendukung.

Sejauh ini, katanya, Dinas Dikbud Mimika belum memiliki rencana atau alasan untuk memindahkan kegiatan belajar-mengajar sekolah-sekolah di Kwamki Lama ke tempat lain di Timika yang dirasa lebih aman.

Untuk bisa memindahkan aktivitas belajar-mengajar ke luar Kwamki Lama, diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak yang bisa memberi jaminan akan keselamatan guru-guru dan para siswa.

Terkait lumpuhnya kegiatan belajar-mengajar di Kwamki Lama, Dinas Dikbud Mimika telah memanggil Kepala Sekolah SD Negeri Kwamki 1, Anton Bugaleng.

Yang bersangkutan menegaskan kegiatan belajar-mengajar di sekolahnya disesuaikan dengan situasi keamanan yang berkembang di Kwamki Lama. Jika kondisi keamanan sudah pulih maka aktivitas belajar-mengajar di SD Negeri Kwamki 1 bisa normal kembali.

Selain di Kwamki Lama, Dinas Dikbud Mimika hingga kini juga masih memikirkan solusi untuk menyelesaikan persoalan di SD Inpres Nayaro.

Akibat terjadi aksi penembakan oleh orang tak dikenal di sepanjang jalan Tanggul Timur tahun 2011 hingga 2012, kegiatan belajar-mengajar di SD Inpres Nayaro juga lumpuh.

Siswa dari sekolah itu kini tersebar di berbagai tempat di Timika. Dinas Dikbud Mimika pernah mengupayakan untuk menyekolahkan para siswa SD Inpres Nayaro di gedung Gereja Katolik Koperapoka menjelang Ujian Nasional beberapa waktu lalu.

"Sampai sekarang guru-guru kami tidak bisa masuk ke Nayaro karena siswa di sana sudah mengungsi ke tempat lain. Lagi pula akses masuk ke Nayaro sangat sulit karena kondisi keamanan yang tidak menjamin," jelas Nilus.
(E015/I007)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga