Selasa, 23 September 2014

Fosil ungkap peradaban Amerika Utara 13.000 tahun lalu

Rabu, 18 Juli 2012 09:43 WIB | 3.909 Views
Jakarta (ANTARA News) - DNA yang didapat dari koprolit (fosil kotoran), anak panah, tombak, dan bukti arkeologi lainnya menunjukkan bahwa manusia ada di bagian barat Amerika Utara 13.000 tahun yang lalu.

Penelitian terdahulu telah mengungkapkan peradaban Clovis sebagai kebudayaan awal di Amerika Utara.

Bukti-bukti menunjukkan peradaban Clovis berada di tempat yang sekarang menjadi South Carolina. Bukti berasal dari Gua Paisley yang berjarak sekitar 200 mil ke barat daya Eugene, Oregon. Bukti itu berasala dari atau sebelum masa kebudayaan Clovis.

Bukti baru berasal dari proses radiokarbon koprolit, tulang-belulang, ranting, dan artefak yang digali dari gua. Kebanyakan koprolit itu didapat dan dipublikasikan tahun 2008.

Meski DNA tidak dapat dilacak secara langsung dari teknologi radiokarbon, peneliti mengekstrak serat dan karbon dari koprolit itu melalui penyulingan air.

Serat dan karbon itu dibandingkan dengan koprolit yang diproses dengan radiokarbon. Ini dilakukan untuk melihat apakah bukti  awal telah terkontaminasi.

Berdasarkan temuan itu, diduga  Clovis tiba di bagian tenggara Amerika Serikat dan pindah ke barat, peradaban Western Stemmed tiba di barat dan pindah ke timur. Bukti didapat dari Great Basin di Oregon.

Tiga situs Western menunjukkan bukti yang berasal dari tahun tipe yang sama. Ilmuwan yakin dua peradaban berada dalam waktu yang sama di Amerika tanpa pertemuan dalam periode ratusan tahun.

Bukti menunjukkan kedatangan manusia Amerika antara 20.000 dan 50.000 tahun yang lalu. Teori yang paling banyak berkembang adalah orang-orang datang melalui daratan yang menjembatani Siberia saat Zaman Es terakhir.

Tapi, teori baru mengemukakan bahwa orang-orang tiba di Amerika dengan menggunakan semacam jalan raya dari tumbuhan laut dari Jepang. Peneliti belum yakin alasan pindahan besar-besaran ini.

Bukti tambahan ini masih menunjukkan teori perpindahan Siberia-Alaska.

(nta)


Penerjemah: Natisha Andarningtyas

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga