Jumat, 25 Juli 2014

Krisis Suriah masuki tahap baru

Rabu, 18 Juli 2012 09:51 WIB | 5.412 Views
Krisis Suriah masuki tahap baru
Lembaga kemanusiaan independen mengklasifikasikan pertikaian yang terjadi di Suriah sebagai konflik bersenjata internal atau perang sipil, melewati batas yang oleh ahli dapat dijadikan landasan pada masa depan untuk tuntutan atas kejahatan perang. (REUTERS/Yazen Homsy)
Damaskus (ANTARA News) - Kerusuhan dan kekacauan di beberapa kota besar Suriah sejak awal krisis telah mencapai jantung ibu kota Suriah, Damaskus, yang menghadapi peningkatan bentrokan antara militer dengan gerilyawan dalam dua hari belakangan.

Asap menutupi langit kota Damaskus dan suara ledakan berkumandang di beberapa permukiman.

Suriah menyatakan akan melanjutkan upaya memburu kelompok teror bersenjata di sejumlah daerah bergolak di Damaskus, terutama di al-Midan dan al-Qaboun.

Sementara Tentara Suriah Baru (FSA) menyatakan "pertempuran lebih besar" di Damaskus sudah dimulai dan mereka telah menggunakan taktik baru untuk melancarkan sejumlah serangan serentak di banyak daerah serta membakar ban yang dilaporkan untuk memecah perhatian militer Suriah.

Laporan media setempat meningkatkan spekulasi bahwa beberapa hari ke depan akan ada lonjakan kerusuhan. Namun menurut laporan kantor berita Xinhua, Menteri Penerangan Suriah Omran az-Zoubi pada Selasa (17/7) menegaskan situasi di Suriah "normal seperti biasa."

Ia mengatakan bahwa apa yang telah disiarkan oleh beberapa stasiun televisi dan media mengenai situasi di Damaskus "tidak akurat dan tak mencerminkan kebenaran serta kenyataan."

"Jujur saja, gambar ini hanya mencerminkan ilusi dan keinginan sebagian pihak, dan tak sesuai dengan kenyataan," katanya dalam sebuah pernyataan.

Ia juga mengatakan bahwa "kehidupan di Damaskus dan kota besar lain dan provinsi normal dan alamiah dan agen penegak hukum serta aparat keamanan yang kompeten melakukan tugas mereka secara tepat dan dengan penuh semangat."

Di luar negeri, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan setiap peningkatan dalam kondisi keamanan di Suriah akan menciptakan kondisi yang serupa di seluruh wilayah tersebut.

Beralihnya kekacauan ke Damaskus telah mengirim sinyal bahwa rencana enam-pasal yang diajukan utusan khusus PBB-Liga Arab untuk Suriah Kofi Annan guna memantau gencatan senjata di negeri itu benar-benar telah macet.

Annan sudah memberitahu Moskow bahwa situasi di Suriah telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan Moskow akan melakukan apa saja untuk membuat berhasil upaya Annan mencapai penyelesaian politik di Suriah.

Annan mengeluarkan pernyataan tersebut sehari sebelum Dewan Keamanan PBB melakukan pemungutan suara bagi resolusi baru di tengah perpecahan di kalangan negara besar dunia.

(C003)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga