Sabtu, 1 November 2014

Hakim tolak nota keberatan Dhana Widyatmika

| 1.686 Views
id dhana widyatmika, rekening gendut, pegawai pajak
Hakim tolak nota keberatan Dhana Widyatmika
Mantan pegawai Ditjen Pajak, Dhana Widyatmika (tengah) dikawal petugas ketika memasuki ruang sidang pada sidang perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/7). Dhana menjadi terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. (ANTARA/Andika Wahyu)
Jakarta (ANTARA News) - Majelis hakim menolak nota keberatan (eksepsi) yang diajukan oleh tim kuasa hukum mantan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Dhana Widyatmika yang didakwa menerima gratifikasi dan melakukan tindak pidana pencucian uang.

"Uraian surat dakwaan sudah cukup jelas, cermat dan tidak saling bertentangan sehingga keberatan kuasa hukum terdakwa tidak cukup punya alasan hukum dan harus ditolak," kata ketua majelis hukum Hardian Husein dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa.

Majelis hakim menganggap keberatan kuasa hukum mengenai uraian dakwaan tidak cermat karena tidak ada jabatan yang dijabat Dhana dalam kasus itu dan tidak menguraikan peran terdakwa dalam dakwaan.

"Majelis hakim menilai surat dakwaan telah menguraikan dengan jelas identitas para terdakwa serta waktu dan cara terkadwa sehingga nota keberatan harus dikesampingkan," katanya.

Karena itu hakim memerintahkan agar jaksa penuntut umum tetap melanjutkan pemeriksaan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Rabu, pukul 09.00. "Ada sekitar 10 saksi yang akan dihadirkan," kata JPU IBN Wismantanu.

Menanggapi keputusan tersebut, kuasa hukum Dhana, Lutfie Hakim mengungkapkan bahwa ia meminta agar saksi pertama yang diajukan adalah Febri Diansyah. "Kami meminta saksi pertama yang diajukan adalah saksi pelapor yaitu Febri Diansyah," kata Lutfie.

Febri Diansyah menurut Lutfie adalah pelapor yang sekaligus penyidik dalam kasus tersebut sehingga ia menganggap bahwa perkara itu adalah rekayasa untuk mengalihkan dari perkara lain.

Dhana sendiri mendapat tiga dakwaan, pertama ia dianggap menerima gratifikasi sejumlah Rp2,75 miliar terkait dengan pemeriksaan pajak pada PT Mutiara Virgo pada periode 11 Januari 2006 hingga 10 Oktober 2007.

Dakwaaan kedua, Dhana dianggap melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara senilai Rp967,1 juta ditambah bunga Rp241,6 juta sehingga nilai keseluruhan Rp1,2 miliar.

Dakwaan ketiga adalah Dhana didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang sebesar Rp11,41 miliar dan 302 ribu dolar AS atau melanggar pasal 3 UU Nomor 8 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

(D017)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga