Riau termasuk salah wilayah yang rawan kebakaran hutan atau lahan. Asap dari lahan yang terbakar membuat kota Pekanbaru berkabut, seperti yang terjadi tahun lalu. (ANTARA)
Berita Terkait
Pekanbaru (ANTARA) - Pemerintah pusat dan daerah mewaspadai ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang dikhawatirkan mengganggu pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Provinsi Riau bulan September mendatang.
Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dody Ruswandi, mengatakan masa puncak kemarau yang diperkirakan terjadi selama bulan Agustus sampai Oktober berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan yang asapnya menyelimuti sebagian wilayah.
Untuk mengantisipasi hal terburuk BNPB sudah menyiapkan beberapa strategi pemadaman kebakaran lewat darat dan udara, kata Dody dalam rapat koordinasi tingkat menteri untuk mengantisipasi kebakaran hutan-lahan di Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu.
Khusus pemadaman lewat udara, ia mengatakan, BNPB akan berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
"Kami berharap BPPT bisa menggunakan tiga pesawat Cassa untuk hujan buatan," katanya.
Selain itu, ia menambahkan, BNPB juga menyiagakan empat helikopter mendukung upaya pemadaman
kebakaran lahan dan hutan bila hal itu sampai terjadi.
"Jadi helikopter itu berkeliling tiap hari hanya untuk mencari asap," ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, upaya pemadaman kebakaran hutan melalui udara akan membutuhkan
biaya yang besar karena itu pemerintah akan lebih banyak melakukan upaya pencegahan dengan melibatkan masyarakat.
"Karena itu BPBD Riau hingga jajaran di kabupaten/kota harus siap
siaga untuk melakukan sosialisasi, dan kami akan melakukan pendampingan
dan pemenuhan kapasitas," katanya.
(F012)
Editor: Maryati
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com