Selasa, 21 Oktober 2014

Warga mulai keluhkan kenaikan harga

| 1.960 Views
id kenaikan harga, harga sembako naik, kebutuhan pokok, pasar
Warga mulai keluhkan kenaikan harga
Menjelang puasa, harga bahan pokok makanan termasuk harga bumbu dapur melonjak naik. (ANTARA News/Maria Rosari)
Ini gila namanya, uang belanja yang seharusnya bisa untuk sebulan, sekarang hanya cukup untuk dua minggu"

Jakarta (ANTARA News) - Kenaikan harga beberapa komoditas menjelang Ramadan mulai dikeluhkan masyarakat, tidak terkecuali sejumlah warga Jakarta dan sekitarnya yang ditemui ANTARA News Rabu ini.

Salah seorang diantaranya Theresia Sulistyowati (57), pensiunan yang berdomisili di Serpong, Tangerang.  Theresia mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok yang menurutnya sudah tidak masuk akal.

"Ini gila namanya, uang belanja yang seharusnya bisa untuk sebulan, sekarang hanya cukup untuk dua minggu. Ini kan merusak tatanan keuangan rumah tangga namanya," kata Theresia.

Beberapa harga bahan kebutuhan pokok di daerah dimana Theresia tinggal --seperti bawang putih, telur, daging sapi, dan daging ayam-- memang melonjak menjelang Ramadan.

Berdasarkan pantauan ANTARA News, harga bawang putih di pasar Serpong, Banten, sebelum bulan Juli adalah Rp8.000 rupiah per kilo, kini melonjak menjadi Rp 22.000 rupiah per kilo, sementara harga daging ayam broiler yang semula Rp25.000 rupiah per ekor kini menjadi Rp30.000 rupiah per ekor.

Sementara untuk daging sapi yang semula harganya berkisar Rp76.000 per kilo, sekarang menjadi Rp84.000 per kilo. Telur ayam ras yang sebelumnya berharga Rp14.000 rupiah per kilo, kini naik menjadi Rp20.000 rupiah per kilo.

Hal serupa juga dikeluhkan Marsiah (48), seorang ibu rumah tangga.

"Pemerintah seharusnya bisa mengontrol harga. meskipun jelang hari raya atau tidak, seharusnya harga pasar tidak menjadi permainan, ini kan menyangkut hidup masyarakat," ujar Marsiah.

Sementara beberapa pedagang di pasar mengaku mengalami kesulitan dalam pasokan yang mengakibatkan melonjaknya harga bahan kebutuhan pokok.

"Ini bukan hanya soal mau puasa. Tapi pasokan daging ayam broiler memang sedang sulit, karena pemasok banyak yang tidak berani menjual karena harga ayam dari kandang juga sudah mahal, kami pun kena imbasnya," ujar Titin (24), pedagang daging ayam dan telur.
(M048)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga