Kamis, 21 Agustus 2014

Suarez bicara soal rasisme

Rabu, 18 Juli 2012 15:57 WIB | 2.452 Views
Suarez bicara soal rasisme
Luis Suarez (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta (ANTARA News) - Pemain Liverpool, Luis Suarez menganggap kekuatan politik yang dipunyai Manchester United adalah penyebab dirinya mendapat sanksi terkait rasisme terhadap Patrice Evra musim lalu.

Suarez dilarang bermain selama delapan laga dan didenda 40 ribu poundsterling setelah insiden pada Oktober 2011. Pemain timnas Uruguay itu mengaku sempat mengalami trauma.

"Saat itu itu sangat menyulitkan bagi saya dan Istri. Saya memang tidak memperlihatkan emosi di lapangan, tapi di luar, saya banyak menangis dengan semua perbuatan Evra," kata Suarez seperti Antaranews kutip dari laman Soccernet.

Dia menambahkan, "Para pemain di klub (Liverpool) percaya itu adalah salah satu cara Manchester United untuk mengeluarkan saya dari tim dan menghentikan laju Liverpool."

Setelah hukuman tersebut, Suarez terlibat lagi sebuah peristiwa dengan Evra saat berjabat tangan dalam sebuah laga Liverpool melawan Manchester United. Banyak media Inggris mengatakan bahwa Suarez menolak berjabat tangan.

Menurut dia, Evra terlebih dahulu meletakkan tangannya dibawah selayaknya tidak ingin berjabat tangan. Untuk itulah Suarez kemudian melewatkan begitu saja posisi pemain asal Prancis tersebut.

"Hanya media di Uruguay dan Spanyol yang menunjukkan bahwa sebenarnya saya ingin menjabat tangannya," kata Suarez.

Dia menambahkan, "Di Inggris, Manchester United memiliki kekuatan politik, kamu harus menghormatinya dan hanya bisa diam." (lod)
 

Penerjemah: M Baghendra Lodra

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga