Kamis, 30 Oktober 2014

Indonesia siap produksi amoksisilin gantikan impor

| 3.468 Views
id impor antibiotik, amoksisilin, produksi amoksisilin, kementerian kesehatan, lippi
Ini tidak melanggar aturan WTO"
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia siap memproduksi amoksisilin untuk menggantikan impor antibiotika yang jumlahnya sangat besar, mencapai 2.600 ton per tahun, dan bernilai 83 juta dolar AS.

"Selama ini hampir 96 persen bahan baku obat termasuk amoksisilin diimpor, padahal secara teknologi kita sudah siap memproduksinya sendiri dan bahan baku lokalnya ada," kata Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Dr Listyani Wijayanti seusai Diskusi "Tindak Lanjut Upaya Mendorong Kemandirian Bahan Baku Obat Antibiotik Amoksisilin" di Jakarta, Rabu.

Dikatakannya, kesepakatan untuk memproduksi sendiri antibiotik, yang pasarnya sangat besar, sudah sejak tahun 1990-an, namun niat itu terus tertunda dan akhirnya berhenti di tengah jalan.

"Kali ini semoga hal itu tak terulang lagi, karena semua pihak sudah saling berkolaborasi, dari Kementerian Kesehatan, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), BUMN yang berkaitan dengan obat-obatan seperti Indofarma, serta lembaga penelitian seperti BPPT, LIPI dan ITB," katanya.

Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika BPPT Bambang Marwoto, mengatakan, BPPT telah memiliki pilot percontohan fasilitas fermentasi untuk memproduksi penisilin G, yang digunakan untuk membuat senyawa perantara 6-APA (6-Amino penicillanic acid) berkapasitas satu ton per tahun.

"Selanjutnya, 6-APA direaksikan secara kimiawi dengan dane salt (salah satu jenis garam). Dane salt ini proses pembuatan pilotnya dilakukan oleh LIPI dan ITB. Proses 6-APA dengan dane salt akan diperoleh amoksisilin," kata Bambang.

Ia mengakui, amoksisilin memang tidak akan menjadi primadona untuk selamanya karena resistensi bakteri terhadap amoksisilin sangat mungkin terjadi, sehingga jenis antibiotik baru harus terus digali dan dikembangkan.

"Tapi dengan memproduksi amoksisilin, yang merupakan turunan dari penisilin semisintetik, akan membuka peluang ke tahap berikutnya mengembangkan antibiotik lain," ujarnya.

Ia menambahkan harga amoksisilin saat ini rata-rata 26 dolar AS per kg.

Bahan baku Penisilin, ujarnya, tidaklah sulit didapat, misalnya sumber gula yang berasal dari tepung singkong, tepung sagu, dan lainnya, sumber nitrogen dari kacang-kacangan seperti kedelai, dan mineral yang kandungan lokalnya mencapai 80 persen.

Sementara itu, Direktur Bina Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemkes Bahdar J Hamid mengatakan, saat ini sedang diupayakan aturan bahwa bahan baku obat sekian persen harus dari dalam negeri.

"Ini tidak melanggar aturan WTO. Tapi memang akan ada dampak protes balik misalnya dari pihak perusahaan multinasional yang dirugikan. Ini harus kita hadapi sama-sama jika kita mau mandiri dan tak mau tergantung lagi pada luar negeri," kata Bahdar.

(D009)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga