Selasa, 21 Oktober 2014

Deddy Sugarda minta izin berobat di luar rutan

| 2.889 Views
id deddy sugarda, kasus pemukulan jaksa, jaksa nonaktif sistoyo
Sakitnya terdakwa semakin parah"
Bandung (ANTARA News) - Kuasa hukum Deddy Sugarda, Winner Jhonshon, meminta izin agar terdakwa pembacokan terhadap jaksa nonaktif Sistoyo itu bisa berobat ke dokter di luar rumah tahanan.

Winner di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu, mengatakan, ia telah mengajukan surat permohonan tersebut kepada Kepala Rumah Tahanan Kebonwaru.

Namun, izin majelis hakim yang dibutuhkan untuk permohonan tersebut belum bisa diperoleh karena majelis hakim yang diketuai Nur Aslam menyatakan permohonan tersebut harus diajukan secara tertulis di muka persidangan.

"Dengan demikian kami masih harus menunggu sepekan lagi karena persidangan selanjutnya baru digelar 24 Juli 2012, dan itu terlalu lama bagi kami sedangkan kondisi Deddy sudah parah," tutur Winner.

Pada Selasa 17 Juli 2012, persidangan terhadap Deddy ditunda karena pria tersebut mengaku seluruh persendian tubuhnya terasa sakit.

Deddy mengaku sudah mencoba berobat ke poliklinik Rutan Kebonwaru namun tidak mendapatkan perawatan.

"Sakitnya terdakwa semakin parah. Kami khawatir sekali karena kami mendapat kabar bahwa ada tahanan yang meninggal di dalam rutan pada 30 Juni 2012 karena TBC tulang," ujar Winner.

Winner meminta agar ada pihak yang bertangggungjawab terhadap kesehatan Deddy apabila surat permohonan izin pemeriksaan kepada dokter di luar rutan harus tetap disampaikan pada 24 Juli 2012 seperti yang disyaratkan oleh majelis hakim.

"Demi lancarnya persidangan, kami sebagai penasehat hukum mengajukan agar kiranya terdakwa dapat diperiksa atau dirawat di luar rumah tahanan negara," katanya.

Surat permohonan izin tersebut menurut rencana akan ditembuskan oleh kuasa hukum Deddy Sugarda kepada Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat, Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Wakil Menteri Hukum dan HAM, serta Komisi III DPR RI.

(D013/Y008)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca