Senin, 20 Oktober 2014

Puluhan sipir di Indonesia terancam hukuman disiplin

| 2.203 Views
id sipir penjara, pelanggaran disiplin, menteri hukum dan ham
Sanksi terberat yang diberikan kepada sipir yang melanggar aturan adalah berupa pemecatan
Semarang (ANTARA News) - Pada periode Januari-Juni 2012 terdapat 52 sipir di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Indonesia terancam hukuman disiplin karena melakukan berbagai pelanggaran.

"Puluhan sipir yang melakukan tindakan indisipliner tersebut saat ini masih dalam proses pemberian hukuman disiplin dalam rangka reformasi birokrasi di lembaga pemasyarakatan," kata Direktur Informasi dan Komunikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Haru Tamtomo, di Semarang, Rabu.

Hal tersebut diungkapkan Haru di sela peresmian Layanan Pemasyarakatan Berbasis Teknologi Informasi di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane Semarang yang dilakukan oleh Dirjen Pemasyarakatan Sihabudin.

Pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi tegas kepada sipir yang terbukti melakukan pelanggaran, terutama terlibat penyalahgunaan narkotika.

Ia menjelaskan, selain menjalani proses hukum, para sipir yang melakukan pelanggaran juga akan mendapatkan sanksi administrasi.

"Sanksi terberat yang diberikan kepada sipir yang melanggar aturan adalah berupa pemecatan," ujarnya.

Terkait dengan peresmian Layanan Pemasyarakatan Berbasis Teknologi Informasi yang dilakukan serentak di 17 lapas dan rutan di Jateng, Haru menjelaskan bahwa layanan tersebut merupakan program pada 2012 dengan tujuan memberikan pelayanan yang lebih maksimal.

"Layanan ini diharapkan juga dapat memutus mata rantai kecurangan yang sering terjadi seperti pungutan liar dan peredaran narkoba," katanya.

Pelaksanaan layanan itu, kata dia, merupakan hasil evaluasi yang sudah dilakukan tahun sebelumnya.

Ia mengatakan, kepada semua warga binaan akan ada perekaman data untuk mengetahui remisi, subsider, pengurusan pembebasan bersyarat, dan cuti bersyarat.

"Data semua pengunjung atau pembesuk warga binaan nantinya akan tercatat di komputer, sedangkan antrean juga dilakukan dengan sistem komputerisasi untuk menghindari kecurangan yang biasa dilakukan pengunjung dan petugas lapas," katanya.

Selain itu, di dekat ruang kunjungan juga terdapat satu komputer untuk bisa mengakses data warga binaan dan bisa digunakan untuk layanan pengaduan melalui pesan singkat telepon seluler.

(KR-WSN/M029)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga