Selasa, 21 Oktober 2014

Pemkab Banyumas raih penghargaan pertanian

| 2.780 Views
id pekab banyumas, penghargaan P2BN, kabupaten Banyumas
Pemkab Banyumas raih penghargaan pertanian
Ilustrasi -- Mulai Musim Tanam Petani menyemai bibit padi untuk mempersiapkan musim tanam di Tambaksogra, Sumbang, Banyumas beberapa waktu lalu. (FOTO ANTARA/Fikri Adin)
Ini mengulang sukses yang diraih untuk produksi tahun 2009
Purwokerto (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali meraih penghargaan di bidang pertanian karena dinilai berhasil dalam meningkatkan produksi beras nasional.

"Hari ini Bupati Banyumas Mardjoko menerima Penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) 2010 yang diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono di Jakarta," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Banyumas Untung Sugiyono di Purwokerto, Rabu.

Menurut dia, penghargaan tersebut kembali diraih setelah Banyumas berhasil meningkatkan produksi beras di atas target nasional 5 persen pada 2010.

"Ini mengulang sukses yang diraih untuk produksi tahun 2009," katanya.

Ia mengatakan, jumlah penerima penghargaan P2BN 2010 sebanyak 181 orang yang terdiri gubernur dan bupati/wali kota dari seluruh Indonesia.

Khusus Jawa Tengah, kata dia, sebanyak 21 bupati/wali kota menerima penghargaan ini, yakni Bupati Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Wonogiri, Sragen, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Temanggung, Pekalongan, Pemalang, Tegal, dan Brebes serta Wali Kota Semarang, Pekalongan, dan Tegal.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Banyumas Widarso mengatakan, penghargaan P2BN ini diraih karena Bupati Banyumas Mardjoko dinilai telah dapat meningkatkan produksi beras sebesar 5,1 persen pada tahun 2010.

Hal itu dicapai melalui kebijakan-kebijakan yang telah digariskannya, yakni dari total produksi tahun sebelumnya 351.494 ton menjadi 369.420 ton.

"Bahkan, peningkatan ini menjadikan Banyumas surplus beras sebesar 50.069 ton," katanya.

Ia mengatakan, kebijakan-kebijakan strategis pembangunan pertanian yang telah ditetapkan di antaranya pemberdayaan mantri tani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pengamat organisme penganggu tanaman (POPT), dan pengawasan benih tanaman (PBT) secara maksimal.

Selain itu, kata dia, pemberdayaan gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok tani, kelompok wanita tani, dan kelompok pemuda tani serta melakukan langkah antisipasi untuk menanggulangi kelangkaan pupuk.
(SMT/B008)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga