Selasa, 23 Desember 2014

Wapres: sistem pangan harus bisa redam gejolak

| 2.676 Views
id ketahahanan pangan, lumbung pangan, pangan redam gejolak, Konferensi Dewan Ketahanan Pangan 2012, wapres, boediono
Wapres: sistem pangan harus bisa redam gejolak
Boediono (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Sistem ketahanan pangan juga harus mampu meredam dampak dari setiap gejolak yang timbul dalam jangka pendek,"
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono mengingatkan dalam kondisi perubahan iklim yang penuh kerawanan dan ketidakpastian suasana global, sistem pangan nasional harus bisa menjamin keseimbangan jangka panjang antara produksi dan konsumsi.

"Sistem ketahanan pangan juga harus mampu meredam dampak dari setiap gejolak yang timbul dalam jangka pendek," kata Wapres Boediono saat memberikan pengarahan dalam Konferensi Dewan Ketahanan Pangan 2012 di Jakarta, Rabu.

Hadir dalam acara itu Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, serta Menteri Keuangan Agus Martowardojo.

Untuk itu, kata Wapres, Indonesia harus memiliki dua instrumen yang dapat diandalkan, yaitu kebijakan stok yang benar-benar efektif dan kebijakan ekspor-impor pangan yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan perimbangan permintaan dan pasokan dan kebutuhan pangan dalam negeri dalam jangka pendek.

Boediono mengatakan pula ada tiga komponen kebijakan pokok yang harus menyatu dan saling mendukung dalam strategi ketahanan pangan, yaitu peningkatan produktivitas melalui teknologi, pengembangan pola konsumsi yang sesuai dengan kapasitas produksi pangan nasional melalui program diversifikasi pangan

"Terakhir adalah kebijakan stok dan ekspor-impor pangan yang mampu mengatasi gejolak jangka pendek," katanya.

Wapres menggarisbawahi untuk mencapai ketahanan pangan diperlukan sejumlah langkah kebijakan yang perlu mendapat perhatian dan komitmen pemerintah pusat dan daerah.

Disebutkan bahwa pemerintah daerah agar meningkatkan komitmennya terhadap pencapaian target swasembada di daerah masing-masing melalui koordinasi program yang lebih baik dan dukungan dana APBD yang cukup.

Selain itu BUMN/BUMD juga harus mengambil peran yang lebih besar lagi dalam program-program swasembada pangan termasuk mendukung permodalan.

Wapres meminta kementerian dan lembaga terkait menyusun sejumlah langkah khusus untuk meningkatkan pemanfaatan teknologi melalui "upgrading" lembaga-lembaga riset yang ada termasuk di bidang

bioteknologi pertanian pangan dan mempercepat laju diseminasi dan adopsi hasil-hasil riset tersebut di kalangan petani.

"Dalam kaitan ini saya minta dikaji cermat imbangan yang tepat antara alokasi anggaran untuk subsidi dan alokasi anggaran untuk mendukung program peningkatan produktivitas melalui teknologi dalam APBN dan APBD," katanya.

Boediono menilai perlu disusun dan dilaksanakan program bersama komprehensif antara pemerintah dan swasta untuk meningkatkan jumlah dan mutu SDM di daerah di bidang pertanian dan industri pendukungnya, mulai dari SDM, budidaya, teknologi pertanian, teknologi pangan hingga kewirausahaan.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan kementeriannya telah membuat peta jalan percepatan swasembada lima komoditas pangan pokok yakni beras, jagung, kedelai, gula dan daging sapi dan berharap bisa

digunakan sebagai dokumen acuan bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan swasembada pangan.

Dalam kesempatan itu, Wapres menerima rumusan hasil rapat Gubernur Dewan Ketahanan Pangan dari Gubernur Banten Atut Choisyiyah.

Wapres berpesan agar rumusan para Gubernur dan hasil rapat pleno harus benar-benar dijabarkan secara operasional dilaksanakan, dimonitor, dan kalau perlu disesuaikan dengan perubahan situasi lapangan.
(A025/S004)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga