Rabu, 3 September 2014

Jakarta butuh jalan layang Transjakarta

Rabu, 18 Juli 2012 21:59 WIB | 2.226 Views
Jakarta butuh jalan layang Transjakarta
Sejumlah petugas Patroli Transjakarta mengatur lalu lintas di depan portal jalur khusus Transjakarta di kawasan Cipinang, Jakarta, Senin (9/7). Pemberlakuan sistem buka tutup portal tersebut bertujuan untuk mensterilkan jalur Transjakarta dari kendaraan lain. (FOTO ANTARA/Dian Dwi Saputra)
Jakarta (ANTARA News) - Kualitas layanan angkutan umum di Jakarta terus ditingkatkan dalam Pola Transportasi Makro (PTM) yang dicanangkan sejak 2004 silam dengan diwujudkannya angkutan massal cepat yakni Transjakarta Busway yang memiliki 15 koridor saling terhubung. 

"Penumpang yang berhasil diangkut mencapai 400 ribu orang per hari. Jumlah tersebut diharapkan meningkat dua kali lipat saat seluruh koridor beroperasi sebagai suatu jaringan yang utuh," kata Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azaz Tigor Nainggolan kepada wartawan, Rabu (18/7).

Untuk meningkatkan kapasitas daya angkut dan headway armada maka direncanakan pada koridor 13 hingga 14 untuk dibangun jalur layang Transjakarta Busway. Hingga saat ini telah beroperasi 11 koridor dan diharapkan pada 2014 mendatang akan bertambah empat koridor lagi.

Ia mengatakan beberapa hal teknis penting mampu menunjang keberhasilan program Transjakarta busway di antaranya penambahan armada, suplai bahan bakar dan optimalisasi jaringan pelayanan angkuatan umum.

Penerapan konvoi bus, penambahan pintu di halte dan bus untuk mempercepat naik-turun penumpang, pelayanan cepat yang tidak berhenti di setiap halte serta penambahan atau modifikasi jalur busway sehingga dapat melakukan manuver overtaking.

"Program lain untuk meningkatkan layakan busway adalah melakukan tiket terpadu dan manajemen informasi yang baik, serta membangun fasilitas angkutan pengumpan atau feeder dan park and ride yang baik," ujarnya.

Penambahan atau modifikasi jalur busway, lanjut Azas, mesti dilakukan untuk mengembangkan kapasitas Transjakarta Busway dengan meningkatkan eksklusivitas jalur khusus.

Sterilisasi jalur selama ini telah dilaksanakan, namun sayangnya hasil yang diperoleh belum optimal. Pasalnya, pelaksanaan di lapangan sangat tergantung dengan petugas operasional dan penegak hukum.

"Perlu dipikirkan rekayasa teknis dan sosial hingga jalur busway bisa menjadi fully dedicated lane. Jalur khusus yang eksklusif dimungkinkan dibangun pada koridor jalan yang memiliki right of way cukup lebar," tuturnya.

Menurut Azas, salah satu solusi membangun jalur khusus yang steril dengan membangun jalan layang khusus untuk armada busway.

Alhasil, busway melaju tanpa hambatan sehingga konsep bus priority dapat diterapkan. 

Pembangunan jalur khusus juga akan menambah daya tarik pada komuter untuk tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi, melainkan beralih ke angkutan umum massal.

"Mengingat rendahnya kapasitas busway yang tersedia saat ini, peningkatan kapasitas menjadi perhatian dari semua pihak sehingga kehadiran moda angkutan massal berbasis jalan pertama di Indonesia berkontribusi signifikan dalam mengurai kemacetan di jalanan Ibukota," jelasnya. (PSO-306)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga