Minggu, 26 Oktober 2014

Tony Aprilani: Musdalub PSSI Jabar akan mubazir

| 3.835 Views
id Tony Aprilani, Pengda PSSI Jabar, PSSI Jabar, Bambang Sukowiyono, Musdalub Jabar mubazir
Tony Aprilani: Musdalub PSSI Jabar akan mubazir
Toni Aprilani (FOTO.ANTARA)
Musdalub yang mereka lakukan dengan memilih Sukowiyono sebagai Ketua PSSI Jabar sangat bertentangan dengan yang tercatum dalam poin-poin yang ada dalam Memorandum of Understanding (MoU) dari FIFA yang diamanatkan ke Joint Committee. Jadi, hasil dari

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) PSSI Jawa Barat, Tony Aprilani, menilai Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang diprakarsai kelompok karetaker dan telah memilih Bambang Sukowiyono adalah tindakan sia-sia dan mubazir.

"Musdalub yang mereka lakukan dengan memilih Sukowiyono sebagai Ketua PSSI Jabar sangat bertentangan dengan yang tercatum dalam poin-poin yang ada dalam Memorandum of Understanding (MoU) dari FIFA yang diamanatkan ke Joint Committee. Jadi, hasil dari Musdalub itu akan mubazir," ujar Tony Aprilani ketika dihubungi, Rabu.

Hal itu dikatakan Tony Aprilani ketika dimintai tanggapannya mengenai terpilihnya Bambang Sukowiyono sebagai Ketua Pengprov PSSI Jawa Barat melalui Musdalub di Hotel Perdana Wisata, Bandung pada hari Rabu.

Sukowiyono yang sebelumnya ditunjuk sebagai Karetaker Ketua Pengda PSSI Jabar oleh PSSI Pusat itu terpilih secara aklamasi oleh seluruh peserta Musdalub yang hadir yakni 29 klub amatir anggota PSSI Jabar dan 21 Pengcab PSSI.

Sebelum dipilih, Sukowiyono adalah karetaker Ketua Pengda PSSI Jabar tunjukan Djohar Arifin setelah PSSI Pusat membekukan Tony Aprilani yang juga anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Menanggapi hal itu, Tony Aprilani mengingatkan, dengan melihat runtutan kejadiannya, pengangkatan Sukowiyono sebagai karetaker oleh Ketua Umum PSSI Djohar Arifin punsudah tidak mematuhi aturan berorganisasi.

"Kewenangan Djohar Arifin sendiri selaku ketua umum PSSI telah dicabut oleh para anggotanya melalui mosi tak percaya yang dilakukan oleh 540 anggota PSSI. Setelah itu Djohar malah mencoba membuat karetaker-karetaker di 26 provinsi, termasuk Jawa Barat karena Tony Aprilani sudah diberhentikan oleh Djohar Arifin melalui Komite Etik," ujarnya.

Terkait dengan itu, lanjutnya, tiga pihak yakni Djohar Arifin, Joko Driyono dan Ketua Umum PSSI hasil KLB La Nyalla Mattalitti dengan saksi dari FIFA dan AFC sudah menandatangani MoU, dimana salah satu butirnya adalah mengembalikan keempat Exco yang dipecat kepada posisi semula.

Kemudian dalam MoU tersebut juga disebutkan, pemilik hak suara anggota kongres oleh FIFA dan AFC telah diperintahkan untuk kembali ke hasil kongres sebelumnya yakni Kongres PSSI 9 Juli 2011 di Solo.

"Dalam kongres PSSI di Solo pemegang hak suara dari Pengprov Jabar adalah saya (Tony Aprilani). Yang lainnya seperti Pengprov Jatim adalah Pak Nyala, dan Pengprov DKI adalah Hardi Hasan. Sedangkan Musdalub yang memilih Sukowiyono dihadiri oleh anggota PSSI dan Pengcab-pengcab yang juga seluruhnya merupakan karetaker," ujarnya.

Lebih jauh Tony mengungkapkan, Musdalub yang digelar oleh Sukowiyono tersebut hanya dibuka oleh Bernard Limbong yang di PSSI menjabat sebagai Ketua Komite Disiplin. Sedangkan Musdalub, ujarnya, harus dibuka oleh Ketua Umum atau minimal Sekretaris Jenderal PSSI.

"Ini sangat berbahaya bagi mereka sendiri karena benar-benar sudah menyalahi aturan. Bagaimana kalau sampai FIFA dan AFC tahu. Saya kira mereka juga menggelar Musdalub hanya sekedar mengejar `deadline` 22 Juli sebagai batas berlakunya SK karetaker secara sepihak dari Djohar Arifin," demikian Tony Aprilani.

(ANT)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga