Kamis, 31 Juli 2014

Dahlan Iskan puji kesigapan PT DI-Merpati bersinergi

Kamis, 19 Juli 2012 12:37 WIB | 5.880 Views
Dahlan Iskan puji kesigapan PT DI-Merpati bersinergi
Dokumentasi penumpang menunggu di loket pelayanan pesawat Merpati di Kantor Pusat PT. Merpati Nusantara Airlines, (ANTARA/Rosa Panggabean)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memuji PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Merpati Nusantara (Persero) dalam kesigapan keduanya bersinergi bisnis.

Pujian dilontarkan Dahlan Iskan dalam acara penandatanganan Memorandum Kesepahaman pengadaan 20 unit pesawat NC212-400 oleh Merpati dari PTDI, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis. MOU ditandatangani oleh Dirut PTDI Budi Santoso dan Dirut Merpati Rudy Setyopurnomo.

"Saya menyambut baik, karena itu solusi terbaik dan idenya bagus serta realisasinya sangat cepat. Langkah seperti ini penting bagi Indonesia ke depan," kata Dahlan Iskan dalam acara yang dihadiri kalangan pejabat BUMN, Kementerian Perhubungan dan PT Nusantara Turbin dan Propulsi (NTP), anak perusahaan PTDI itu.

Langkah sinergi yang dilakukan PTDI dan Merpati, kata Dahlan Iskan, merupakan contoh respons yang baik untuk menjawab kebutuhan kelas menengah di Indonesia yang jumlahnya sekarang sudah di atas 100 juta orang.

Dahlan menjelaskan, kelas menengah itu bercirikan tuntutan untuk sesuatu yang serba cepat, tidak mau lagi menderita, bersuara vokal sehingga memiliki kekuatan menekan (pressure) lebih besar.

"Kalau tak cepat-cepat merespons, kita akan ditinggalkan atau bahkan dihancurkan oleh kelas menengah," kata Menteri BUMN itu.

Pujian disampaikan Dahlan sehubungan dengan kemampuan Merpati sebagai operator penerbangan dan PTDI sebagai industri pembuatan dan perawatan pesawat terbang memutuskan dengan cepat program pengadaan 20 pesawat NC212-400. Rencana bisnis didasarkan pada potensi pasar di kawasan kurang diminati, seperti pedalaman Papua dan Kalimantan.

Pesawat C212-400 merupakan versi terakhir dari pesawat C212-200 untuk jarak pendek, penumpang maksimum 26 orang yang dirancang sebagai pesawat multiguna sipil dan militer. Pesawat ini mempunyai daya angkut maksimum hingga 2,950 kg.

Perbedaan pesawat C212-400 dibanding C212-200 antara lain interior lebih luas karena lebih panjang, dilengkapi `wing tip` untuk memperkecil hambatan udara (drag), sistem avionic lebih modern, yaitu dilengkapi dengan EFIS (Electronic Flight Instrument System) dan sistem data mesin terpadu (Integrated Engine Data System).

Sebelumnya, pesanan perdana C212-400 datang dari PT. Airfast Indonesia satu unit, pada bulan Februari 2009, pada Agustus 2011 PTDI melakukan penandatanganan kontrak penjualan dengan T.K.S Thailand sebanyak satu unit pesawat.

Pengadaan satu unit pesawat C212-400 ini, merupakan bagian dari kebutuhan total T.K.S Thailand sebanyak 12 unit, dua di antaranya sudah dikirimkan dari Airbus Military. Dari kebutuhan T.K.S sebanyak 12 unit tersebut, sebelumnya sebanyak 2 unit pesawat telah dipenuhi oleh Airbus Military, dan sisa kebutuhan selanjutnya akan dipenuhi oleh PTDI.

Selain itu, PTDI tahun lalu telah mengirimkan tiga pesawat CN-235 versi intai maritim untuk Badan Penjaga Pantai Korea Selatan (Korea Coast Guard), dari total empat pesanan pesanan terakhir akan dikirimkan Maret lalu.

(E004)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga