Jerusalem (ANTARA News) - Israel sedang menghadapi "gelombang teror global" yang disponsori oleh Iran, kata Menteri Pertahanan Ehud Barak pada Kamis, sehari sesudah serangan di bandara Bulgaria yang menewaskan enam orang Israel.

"Kami sedang menghadapi gelombang teror...serangan di Bulgaria dipimpin oleh anggota Hisbullah dan disponsori Iran," kata Barak kepada stasiun radio publik, lapor AFP.

"Jaringan Al-Qaida dan Jihad Islam juga melakukan operasi secara global," tambahnya, menyebut daftar panjang serangan belakangan atau percobaan serangan terhadap Israel di seluruh dunia.

Menteri Dalam Negeri Bulgaria Tsvetan Tsvetanov mengatakan Kamis bahwa serangan terhadap bandara di resor Burgas di Laut Hitam dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri, dan mengakibatkan enam orang Israel dan seorang Bulgaria tewas.

Barak mengatakan dinas intelijen Israel bekerja sama dengan para mitra di luar negeri guna berbagi infomasi soal serangan potensial.

"Sering ada keberhasilan besar, namun itu tidak selalu terjadi dan kami harus terus hidup. Kami akan melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk melacak para pelaku dan penghasut serangan Burgas dan menghukum mereka," tambahnya.

Pada Rabu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menuduh Tehran dan kelompok Syiah Lebanon Hisbullah terlibat dalam serangan tersebut.

"Semua petunjuk mengarah ke Iran," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, yang mengatakan ledakan tersebut adalah yang paling kini dalam serangkaian upaya untuk menyerang orang Israel di Thailand, India, Georgia, Kenya, Siprus dan tempat-tempat lain.

Dan dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov, Netanyahu "mengindikasikan bahwa Iran dan Hisbullah sedang melakukan serangan teror global terhadap Israel di seluruh dunia," kata sebuah pernyataan dari kantornya.

Berbicara kepada stasiun radio publik Kamis, Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman juga menunjuk pada Iran dan Hisbullah.

"Ini adalah Hisbullah yang dibantu Pengawal Revolusi Iran yang bertanggung jawab atas serangan bunuh diri ini. Ini adalah informasi terbukti," katanya, mengindikasikan bahwa Israel sedang menghadapi "perang teroris global yang didanai dan diorganisasi oleh Iran."

Lieberman mengatakan bahwa jumlah terakhir yang diingatnya yaitu lima orang Israel tewas dan tiga luka. Dia mengatakan orang keenam tewas disamping si pembom bunuh diri tersebut.

Sementara itu, seorang juru bicara angkatan darat Israel mengatakan pesawat pertama membawa pulang beberapa orang terluka ke Israel sekitar pukul 12:00 GMT.

"Tujuan dari semuanya ini adalah untuk membawa pulang korban luka untuk dirawat di Israel," katanya.

Pesawat pertama diharapkan akan mendarat di bandara militer, katanya, menambahkan bahwa tidak jelas kapan pesawat kedua akan kembali.

Ledakan Rabu, yang mengoyak bus penjemput turis yang tiba dari Tel Aviv, merupakan serangan paling mematikan terhadap warga Israel di luar negeri sejak 2004. (K004)