Jakarta (ANTARA News) - Sebuah gunung es berukuran dua kali luas kota Manhattan terpisah dari Gletser Petermann di Greenland Utara.

Gambar dari satelit NASA menunjukkan gunung es di ujung gletser itu menjadi terpisah dari Greenland  Pada tahun 2010, pulau es seluas 250 kilometer persegi juga terlepas dari gletser yang sama.

Proses yang menghasilkan gunung es ini, yang disebut calving (kelahiran), adalah proses alam. Proses itu terjadi secara periodik di gletser yang berujung pada lautan. Peristiwa calving sebelumnya terjadi pada 2010 dan menghasilkan gunung es yang luasnya dua kalli lebih besar dari gunung es terbaru sekarang.

Ilmuwan beberapa tahun belakangan ini memperhatikan bongkahan es yang ada di Greenland. Mereka berkata gunung es semakin menipis dengan cepat di tengah suhu yang hangat. Kejadian ini tidak bisa dianggap sebagai perubahan iklim.

Beberapa ahli mengatakan mereka terkejut oleh peningkatan perubahan di Gletser Petermann bebebarapa tahun belakangan.

"Ini bukan keruntuhan, tapi jelas sebuah peristiwa yang signifikan," kata Eric Rignot dari NASA dalam pernyataan.

Pengamat lainnya berpendapat lebih jauh. "Ini dramatis, mengganggu," kata Andreas Muenchow dari University of Delaware.

"Kami punya data selama 150 tahun dan kami melihat perubahan-perubahan yang belum terlihat sebelumnya," kata Muenchow, seperti yang ditulis BBC.

Calving diharapkan tidak berdampak pada permukaan laut karena es mengapung. Gunung es dari Gletser Petermann terkadang mencapai Newfounland di Kanada, terkadang berbahaya bagi perkapalan dan navigasi, kata Canadian Ice Service.

(nta)