Sabtu, 20 Desember 2014

Tidak boleh kerahkan massa di putaran kedua

| 2.028 Views
id pilkada dki, pemilukada dki, gubernur dki, kampanye pilkada, kpu dki, kampanye pemilukada
Tidak boleh kerahkan massa di putaran kedua
Petugas menyortir surat suara Pilkada DKI di KPU Kotamadya Jakarta Pusat, Senin (2/7). Kegiatan untuk memilah surat suara yang rusak itu direncanakan selesai dalam minggu ini untuk kemudian surat suara didistribusikan di delapan kecamatan di wilayah Jakarta Pusat. (FOTO ANTARA/Fanny Octavianus)
... Tidak ada kampanye akbar...
Jakarta 20/7 (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI memberikan kesempatan bagi dua pasangan calon menggelar kampanye tertutup. Dijadwalkan pemungutan suara putaran kedua digelar pada 20 September mendatang. 

Kampanye tertutup tersebut sebagai ajang penajaman visi dan misi kedua pasangan calon yang maju ke Pemilukada DKI putaran kedua.

"Masa kampanye putaran kedua berlangsung selama tiga hari lamanya," kata kata Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Dahliah Umar, Jumat.

KPU DKI menetapkan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI berhak maju ke putaran dua Pemilukada DKI yakni nomor urut 3 dan 1, Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama dan Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli.

Penetapan kedua pasangan diambil berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat provinsi menetapkan, pasangan calon nomor urut 3 dan 1 memperoleh suara 42,60 persen serta 34,05 persen. 

Ia mengatakan, para calon tidak diperkenankan melakukan pengumpulan massa selama masa kampanye berlangsung.

"Tidak ada kampanye akbar. Masa kampanye tahap kedua akan berlangsung pada 14-16 September mendatang dan para kandidat dipersilakan menggelar kampanye tertutup," ujarnya.

Pihaknya, lanjut Dahliah, juga menyiapkan satu kali debat kandidat pada Pemilukada DKI putaran kedua. "Debat Publik akan difasilitasi KPU DKI yang disiarkan kepada publik," tuturnya.

Ia menjelaskan, selama masa kamapanye masing-masing pasangan juga tidak diperkenankan memasang atribut seperti pada putaran pertama.

Pemasangan atribut hanya diperbolehkan di sekitar lokasi kampanye. "Tapi kami tidak melarang jika ada kandidat yang turun ke masyarakat," tambahnya.

(ANT-306)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga