Selasa, 30 September 2014

Masuki Ramadhan, harga cabe di Ambon naik

Sabtu, 21 Juli 2012 07:43 WIB | 4.401 Views
Masuki Ramadhan, harga cabe di Ambon naik
Ilustrasi. (ANTARA/Dian Dwi Saputra)
Ambon (ANTARA News) - Memasuki bulan Ramadhan para pedagang di Kota Ambon mulai menaikan harga cabe hingga mencapai Rp60.000 per kilogram.

Pantauan ANTARA di pasar Mardika, Ambon, Sabtu, harga cabe merah keriting yang didatangkan dari Surabaya dipatok pada harga Rp60.000 per kg, sedangkan cabe rawit kecil produksi lokal Rp50.000 per kg.

Sedangkan cabe keriting produksi lokal yang ukurannya sedikit kecil jika dibandingkan dengan cabe asal Surabaya dijual dengan harga Rp55.000 per kg.

Ny.Anny, pedagang dilokasi pasar Mardika mengatakan, naiknya harga cabe di Ambon ini sudah berlangsung sejak hari kemarin (Jumat, 20/7), karena permintaan cukup banyak sehingga tidak berimbang dengan persediaan yang ada.

"Kalau cabe keriting maupun cabe rawit produksi petani lokal yang ada di Kawasan Stain, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau dan Kampung Keranjang, Desa Taino, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah,(Pulau Ambon) harganya memang selalu fluktuasi, paling tidak satu minggu sudah terjadi perubahan harga.

Mungkin, lanjutnya, besok atau lusa pasti ada terjadi perubahan harga karena menurut jadwal kapal PT Pelni akan tiba di pelabuhan Ambon dari Surabaya.

Sedangkan harga bumbu masak lainnya seperti bawang putih juga mengalami kenaikan dari Rp24.000 menjadi Rp28.000 per kg, kecuali bawang merah yang bertahan Rp22.000 per kg, harga eceran Rp 2.000 per tumpuk kecil.

Sedangkan sayur kangkung , bayam, sawit, maupun daun melinjo produksi petani lokal juga bergerak naik.

Ibu Ida, pedagang sayur sawit di pasar Mardika ketika ditanya naiknya harga sayur sawit mengatakan, saya tawarkan kepada para pembeli memang Rp10.000 per ikat naik dari Rp7.000 dan sudah berlangsung sejak kemarin.

"Sayur sawit pada saat musim hujan sekarang ini agak sulit didapat karena daunnya rusak sebelum masa panen akibat curah hujan di Ambon cukup tinggi," ujarnya.

Untuk sayur kangkung naik dari Rp5.000 menjadi Rp8.000 untuk jenis kangkung potong, sedangkan kangkung cabut tidak ada samasekali akibat rusak sebelum masa panen.

Daun melinjo harganya juga naik dari Rp4.000 menjadi Rp6.000 per ikat kecil karena memang sulit di dapat.

Sedangkan sayuran yang selama ini di datangkan dari Surabaya, makasar dan Manado yakni kacang boncis, kol, kentang, wortel juga bergerak naik.

Ny.Ros (40), pedagang sayur kacang boncis di pasar Mardika menyatakan, harga boncis sudah naik sejak dua hari lalu dari Rp18.000 menjadi Rp30.000 per kg, akibat pasokan dari Surabaya agak terlambat.

Kenaikan juga terjadi pasa sayur kol, dimana pada dua hari sebelumnya Rp12.000 kini naik menjadi Rp15.000 per Kg, kentang juga naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kg.

Untuk wortel juga naik dari Rp13.000 menjadi Rp20.000 per kg, kacang panjang pada dua hari sebelumnya hanya Rp8.000 kini naik menjadi Rp12.000 per ikat kecil.

Labu siam naik dari Rp3.000 menjadi Rp5.000 per buah, ketimun naik dari Rp3.000 menjadi Rp4.000 per buah, terong naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per ikat (empat buah).

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga