Rabu, 24 September 2014

Bank Dunia: persamaan gender vital untuk pertumbuhan

Sabtu, 21 Juli 2012 20:52 WIB | 3.229 Views
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menyatakan, persamaan gender merupakan hal yang sangat vital yang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di suatu negara.

"Persamaan gender adalah vital bagi pertumbuhan dan daya saing negara-negara," kata Jim Yong Kim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut dia, ketika suatu negara menghargai kaum perempuan sama dengan mereka menghargai kaum laki-laki dengan cara memberikan kesempatan bagi wanita untuk berpartisipasi lebih besar dalam bidang perekonomian, maka manfaatnya tidak hanya bagi kaum perempuan tetapi juga bagi masyarakat luas.

Ia memaparkan, pemberian kesempatan yang lebih besar dapat dilakukan antara lain dengan memberikan kaum perempuan kesempatan untuk mengelola sendiri penghasilan yang mereka dapatkan, serta menjalankan bisnis atau usaha mereka sendiri.

"Kesempatan seseorang seharusnya tidak ditentukan dari apakah mereka dilahirkan sebagai laki-laki atau perempuan," katanya.

Presiden Bank Dunia mengingatkan, kaum perempuan sekarang merupakan 40 persen dari angkatan kerja global, dan 43 persen bagi tenaga kerja di sektor pertanian.

Selain itu, lebih dari separuh orang yang menimba pendidikan tinggi di universitas adalah wanita, dan di sepertiga negara-negara berkembang kini terdapat lebih banyak siswa perempuan dibanding siswa laki-laki.

Menurut Jim, bukti menunjukkan bahwa jika wanita memiliki kontrol yang lebih besar bagi pendanaan rumah tangga atau sumber daya pertanian, maka akan terdapat hasil yang signifikan.

Ia mencontohkan, di Brazil ketika penghasilan keluarga dikelola oleh sang ibu dibanding sang bapak, maka kesempatan anak-anak untuk bertahan hidup 20 kali lebih besar.

Sedangkan di Ghana, dengan memastikan bahwa petani perempuan memiliki akses yang sama dengan petani laki-laki kepada pupuk dan bahan pertanian lainnya akan menghasilkan panen sebanyak 17 persen lebih tinggi.

"Jadi ini bukan hanya soal memberikan sumber daya lebih kepada perempuan. Ini soal memberikan perempuan bagian mereka secara adil. Ini soal memberikan separuh populasi kesempatan untuk memimpin secara lebih baik dan lebih produktif," katanya.

Presiden Bank Dunia berpendapat, hal tersebut antara lain juga akan meningkatkan kesejahteraan, memutuskan siklus kemiskinan antargenerasi, dan membuat kelembagaan di suatu negara menjadi lebih memiliki keterwakilan gender yang lebih baik.

(M040/R010)

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga