Kamis, 23 Oktober 2014

Tidak ada peringatan resmi tragedi Munich 1972

| 3.730 Views
id olimpiade, peringatan tragedi munich, komite olimpiade internasional, ioc, jacques rogge, kontingen israel
Tidak ada peringatan resmi tragedi Munich 1972
Ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC) Jacques Rogge. (istimewa)
London (ANTARA News) - IOC tidak akan mengadakan peringatan resmi 40 tahun pembantaian Munich dalam upacara pembukaan Olimpiade di London nanti, tetapi mereka akan mengunjungi lapangan udara di mana kontingen Israel terbunuh.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Jacques Rogge menolak seruan untuk sebuah peringatan resmi dari tragedi berdarah Olimpiade Munich 1972, menurut laporan Reuters, Minggu pagi (WIB).

Permintaan untuk digelarnya peringatan resmi tragedi Munich diajukan oleh keluarga dari 11 anggota tim Olimpiade Israel yang tewas dalam insiden 40 tahun silam itu.

Rogge mengatakan akan ada peringatan sederhana oleh Komite Olimpiade Israel bersama IOC, serta semenit mengheningkan cipta saat upacara pembukaan Olimpiade.

"Kami akan mengheningkan cipta seperti yang kita lakukan di masa lalu dan akan dilakukan di masa datang. Itulah yang kita akan lakukan," kata Rogge kepada wartawan.

"Kami merasa bahwa kami dapat memberikan penghormatan yang sangat kuat dan peringatan dalam ruang lingkup komite Olimpiade nasional (Israel)." Ia menambahkan: "Kami merasa bahwa upacara pembukaan adalah suasana yang tidak cocok untuk mengingat suatu kejadian tragis."

Keluarga dari anggota atlet Israel, pelatih, dan ofisial yang terbunuh oleh pria bersenjata Palestina pada Olimpiade Munich, sudah mencoba selama empat dekade untuk meyakinkan IOC agar diselenggarakan sebuah peringatan resmi.

Permintaan mereka, dalam beberapa hari terakhir, mendapatkan dukungan Presiden AS Barack Obama serta politisi lain di seluruh dunia.

Rogge mengatakan, IOC pada 5 September akan mengunjungi lapangan udara Fuerstenfeldbruck dekat Munich, 40 tahun setelah tragedi September berdarah yang menyebabkan tewasnya banyak sandera serta polisi dan gagal dicegah oleh pasukan Jerman.

(*)

Penerjemah: Suryanto

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga