Jumat, 31 Oktober 2014

Lapas koordinasi dengan polisi soal Ariel

| 4.941 Views
id ariel, peterpan, pembebasan, lapas, polisi
Lapas koordinasi dengan polisi soal Ariel
Nazriel Irham yang dikenal dengan nama Ariel Peterpan (ANTARA/Agus Bebeng)
proses pembebasan bersyarat Ariel seperti biasa, tidak ada penanganan khusus.
Bandung (ANTARA News) - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kebonwaru, Bandung, Joko Pitoyo menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian terkait pembebasan bersyarat yang akan diterima oleh terpidana video porno Nazriel Irham atau Ariel "Peterpan", Senin.

"Sekitar dua atau tiga hari lalu, kami sudah menyampaikan surat kepada polisi terkait kebebasan bersyarat Ariel Senin besok tanggal 23 Juli 2012. Untuk berapa jumlah personil polisi yang dikerahkan kami tidak tahu persis karena itu kewenangan polisi," kata Joko Pitoyo, ketika dihubungi melalui telepon, Minggu.

Joko mengatakan, koordinasi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat pembebasan pelantun tembang "Cobalah Mengerti" tersebut.

"Sebenarnya proses pembebasan bersyarat Ariel itu sama saja dengan tahanan lain. Cuma karena dia itu kan "public figure" dan nanti pasti banyak fansnya yang datang makanya kita koordinasi dengan polisi," kata dia.

Adapun prosedur yang harus ditempuh oleh Ariel Peterpan dalam proses pembebasan bersyaratnya ialah setelah keluar dari Lapas Kebonwaru Bandung maka Ariel akan menuju Kantor Kejaksaan Negeri Bandung dan terkahir ke Balai Pemasyarakatan Bandung.

"Jadi nanti itu, di Balai Pemasyarakatan nanti dia (Ariel) akan mengurus administrasi eksekusi dan pengawasan. Ibaratnya nanti ada pembimbing dan pengawasan saat dia menjalani sisa masa tahanannya di luar karena bebas bersyarat ini," ujar dia.

Joko menegaskan, dari Lapas Kebonwaru Bandung sendiri tidak ada penanganan khusus terkait pembebasan bersyarat bagi Ariel Peterpan tersebut.

"Saya tegaskan di sini, proses pembebasan bersyarat Ariel seperti biasa, tidak ada penanganan khusus. Hanya saja, karena dia artis dan punya banyak fans jadi kita koordinasi dengan polisi. Itu saja," kata dia.

Pada 31 Januari 2011 silam, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menvonis terdakwa perkara video porno Najriel Irham atau Ariel Peterpan divonis tiga tahun enam bulan penjara dan membayar denda Rp250 juta dikurangi masa tahanan.

Walaupunbaru divonis akhir Januari tahun lalu, Ariel sudah ditahan sejak di tingkat penyidikan sekitar pertengahan tahun 2010, tepatnya tanggal 22 Juni.

Maka apabila dihitung hingga awal Juli nanti, Ariel sudah menjalani masa hukuman sedikitnya 24 bulan dari total hukuman 42 bulan (3,5 tahun) penjara.
(KR-ASJ)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga