Jumat, 31 Oktober 2014

Pembom pelancong Israel bukan Arab

| 4.725 Views
id bom bulgaria, bom iosrael, bom
Pembom pelancong Israel bukan Arab
ilustrasi Seorang warga Israel yang menjadi korban serangan di Bulgaria, tiba di rumah sakit di Tel Aviv, Kamis (19/7). (REUTERS/Baz Ratner)
Orang tewas itu bermata biru, sementara orang di penyewaan mobil tersebut bermata cokelat,"
Sofia (ANTARA News) - Bedah mayat atas pembom jibaku, yang menewaskan lima pelancong Israel dan satu sopir bus di Bulgaria, menunjukkan ia berbeda dari tersangka "bertampang Arab" seperti tuduhan saksi, kata dokter pada Minggu.

Galina Mileva, yang terlibat dalam bedah mayat itu, kepada televisi BNT pada Minggu menyatakan orang itu "berwajah putih, mata ringan, dan rambut coklat sangat tebal, dengan tulang wajah hancur akibat ledakan tersebut".

Polisi Bulgaria bersama dengan badan sandi Amerika Serikat CIA, badan penyelidik Amerika Serikat FBI dan Interpol berjuang mengenali pembom itu, yang melakukan serangan pada Rabu di Burgas, kota laut Hitam, yang juga menewaskan sopir bus Bulgaria.

Koran Bulgaria "Pressa" dan saluran bTV menyatakan pembom itu dapat memiliki memiliki kaki tangan, yang memicu peledak tersebut dengan telepon genggam.

Seorang pria dan istrinya, yang mengelola layanan sewa mobil, sebelumnya menyatakan mengenali tersangka, yang datang untuk menyewa kendaraan. Mereka mengatakan ia punya "segepok" uang 500 euro dan menolak menyewakannya mobil, karena surat ijin mengemudi Amerika Serikat-nya tampak palsu.

Jaksa Bourgas Kalina Tchapkanova, mengutip keterangan saksi, menyatakan orang itu "berbahasa Inggris dengan sedikit logat" dan tampak seperti orang Arab.

Istri pemilik layanan sewa mobil itu, Afrodita Petrova, menyatakan yakin orang itu asal Arab dan berkepala gundul.

Tapi wartawan Bourgas Katia Kassabova dari laman besove.bg, yang pertama melansir gambar serangan itu pada Minggu, mengatakan bahwa pembom itu bukan yang mencoba menyewa mobil tersebut. Ia bisa jadi kaki tangannya.

"Orang tewas itu bermata biru, sementara orang di penyewaan mobil tersebut bermata cokelat," katanya, dengan menambahkan bahwa tinggi pembom itu 1,82 meter.

Israel menuding Iran dan "proxy teroris" Teheran Hizbullah atas bom itu, dengan mengatakan serangan tersebut berpola sama dengan serangan lainnya atau percobaaannya terhadap warga Israel, termasuk di Thailand, India, Georgia, Kenya, dan Siprus.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, menolak keras tuduhan pejabat Israel, yang menghubungkan ledakan bus pembawa wisatwan negara Yahudi itu di bandar udara Bulgaria.

"Rezim Zionis sebagai pemimpin negara dan terorisme tergalang memiliki tangan berdarah atas warga Libanon, Palestina dan lain-lain, yang tidak bersalah," tambah Mehmanparast kepada AFP.
(B002/Z002) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga