Rabu, 30 Juli 2014

Hujan terderas dalam 60 tahun tewaskan 10 orang di Beijing

Minggu, 22 Juli 2012 12:55 WIB | 4.047 Views
Hujan terderas dalam 60 tahun tewaskan 10 orang di Beijing
ilustrasi Lengkungan pelangi dan sambaran petir terlihat di atas Haikou, provinsi Hainan, China, setelah hujan badai. (FOTOREUTERS/China Daily)
Beijing (ANTARA News) - Badai hujan terhebat dalam enam dasa warsa melanda Beijing menewaskan setidaknya 10 orang, membanjiri jalan-jalan dan mnyebabkan 80.000 orang tertahan di bandara utama ibu kota itu, kata media pemerintah Ahad.

Badai yang dimulai Sabtu petang dan berlanjut sampai malam, membanjiri jalan-jalan penting Beijing.

Di daerah pinggiran Tongzhou Beijing dua orang tewas akibat kena timpa atap dan sorang lainnya meninggal akibat dihantam petir,kata kantor berita resmi Xinhua.

Para korban tewas lainnya disebabkan sengatan listrik dari kabei tiang listrik yang tumbang dan tenggelam, tambahnya tanpa merinci lebih jauh.

Lebih dari 500 penerbangan dibatalkan di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing, kata surat kabar Beijing News.

Akan tetapi operasi kereta api bawah tanah sebagian besar tidak terkena dampak banjir itu.

Kota itu menerima curah hujan rata-rata sekitar 170mm melalui satu kota di Distrik Fangshan sampai ke barat Beijing dilanda hujan 460 mm, kata Xinhua.

Pemerintah kota Beijing di lamannya (www,beijing.gov.cn) mengatakan pihaknya telah berusaha agar kota metropolitan itu kembali normal, tetapi mengatakan penduduk agar bersiap-siap menghadapi cuaca buruk.

"Para ahli cuaca mengatakan bahwa mulai dari akhir Juli sampai awal September kota ini rawan banjir, dan akan ada lagi badai berskala luas atau cuaca ekstrim," katanya.

"Telah diramalkan sebelumnya bahwa Beijing akan dilanda hujan lebat, jadi mengapa pompa-pompa dan fasilitas-fasilits lainnya tidak disiapkan pada waktunya," kata seorang pengguna jejaring sosial itu kepada Reuters.
(H-RN/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga