Sabtu, 23 Agustus 2014

Pemerintah diminta atasi kenaikan harga sembako

Minggu, 22 Juli 2012 20:36 WIB | 4.913 Views
Pemerintah diminta atasi kenaikan harga sembako
Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron meminta pemerintah turun tangan mengatasi kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Fenomena kenaikan harga-harga selalu terjadi pada setiap menjelang hari-hari besar keagamaan dan atau pada hari biasa jika supply lebih rendah daripada demand.

"Ini adalah lampu kuning bahwa pemerintah harus turun tangan menangani stabilisasi harga-harga, karena Indonesia bukan negara liberalis kapitalis, tetapi ekonomi Indonesia di dasarkan pada ekonomi Pancasila, dimana negara memiliki kewajiban untuk menjamin stabilisasi harga-harga, utamanya harga sembako," kata Herman di Jakarta, Minggu.

Kenaikan harga tersebut, tak lepas dari peran Bulog dan perlu juga keputusan politik antara pemerintah dan DPR RI untuk mengembalikan fungsi Bulog.

"Saatnya ada keputusan politik antara pemerintah dan DPR RI untuk mengembalikan fungsi Bulog sebagai institusi negara yang ditugasi penuh dalam upaya penanganan ketahanan pangan, khususnya stock sembako berikut stabilisasi harganya," tambahnya.

Pasca Indonesia dibelenggu IMF, fungsi Bulog hanya ditugasi sebatas mengamankan stock beras, namun setelah kita lepas dari IMF, demi kemaslahatan dan kepentingan rakyat, tentunya fungsi Bulog harus dikembalikan pada tujuan awal Bulog didirikan.

"Stok pangan yang cukup dan dikuasai oleh negara sudah pasti akan mengerem permainan para spekulan, dan harapan rakyat akan ketersediaan pangan dengan harga yang stabil bisa diwujudkan. Semua ini sangat terkait dengan isi RUU Pangan yang dalam waktu dekat akan diselesaikan DPR dan Pemerintah," kata politisi Demokrat itu.

Kenaikan harga-harga menjelang puasa dan Idul Fitri, kata Herman, merupakan hal yang biasa dan bisa jadi kenaikan tersebut bukan karena prinsif ekonomi supply demand, tetapi mungkin terjadi juga dikarenakan permainan para spekulan.

"Indikasinya mudah saja, silahkan tanya pedagang eceran di pasar-pasar. Kalau mereka mengeluh dengan kenaikan harga-harga, berarti spekulan bermain, tetapi kalau kenaikan tersebut hanya membuat konsumen yang merasakannya, berarti yang terjadi adalah pesta tahunan para pedagang eceran," kata Herman.
(Zul)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga