Minggu, 21 Desember 2014

Tokoh kawakan Mukherjee jadi Presiden India

| 3.591 Views
id pelantikan presiden india, Pranab Mukherjee, india
Tokoh kawakan Mukherjee jadi Presiden India
Bendera India (ANTARANews/Ardika)
New Delhi (ANTARA News) - Mantan menteri keuangan Pranab Mukherjee terpilih menjadi Presiden India pada Minggu setelah suara anggota parlemen pusat dan negara bagian dihitung dalam pemilihan untuk jabatan terutama bersifat upacara itu.

Beberapa pengulas percaya bahwa Mukherjee, tokoh kawakan dari partai berkuasa Kongres, dapat mengambil pendekatan lebih giat untuk jabatan itu daripada pendahulunya saat India berjuang dengan kebuntuan parlemen dan pertumbuhan lambat ekonomi.

Kantor berita PTI mengumumkan Mukherjee (76 tahun) sebagai pemenang setelah ia mengumpulkan lebih dari separuh dari jumlah suara dewan pemilihan dalam penghitungan pada Minggu.

Ia dengan mudah mengalahkan pesaingan tunggalnya PA Sangma (64 tahun), mantan ketua majelis rendah, yang didukung partai lawan utama Bharatiya Janata (BJP).

Presiden India, yang tinggal di istana berkamar 340 di New Delhi, yang dibangun untuk raja muda Inggris dalam pemerintahan jajahan, dipilih oleh anggota parlemen dari kedua kamar parlemen dan majelis negara bagian.

Menurut undang-undang dasar, perdana menteri menyandang sebagian besar kekuasaan eksekutif, tapi presiden dapat memainkan peran membimbing dalam pembentukan pemerintah.

Pemilihan umum berikutnya, yang dijadwalkan digelar pada 2014, diperkirakan ketat, mengarah ke masa dagang sapi rumit antara sejumlah partai negara dan daerah, yang berusaha membentuk pemerintah gabungan mapan.

"Dalam naskah pergolakan itulah Mukherjee sebagai presiden akan dapat mengarahkan negara ini. Ia penyelesai masalah," kata Sanjay Kumar, pengulas di Pusat Kajian Masyarakat Berkembang India.

Mukherjee, pegiat cerdik terkenal atas keterampilan berundingnya, juga dapat mencoba menggunakan jabatan presiden itu untuk mendorong kesepakatan di belakang layar antara pihak bersengketa, yang membuat parlemen beada di jalan buntu dalam sidang lalu.

Meskipun presiden menjadi tokoh netral di atas partai politik, keberhasilannya pada Minggu merupakan kemenangan bagi partai berjuang Kongres, yang dilanda serangkaian skandal korupsi dan data buruk ekonomi.

Kepemimpinan Mukherjee dihormati semua partai, tapi kinerjanya sebagai menteri keuangan dikecam karena gagal mendorong perubahan untuk lebih meliberalkan ekonomi India.

Kekeluarannya dari kementerian itu meningkatkan harapan pemodal bahwa Perdana Menteri Manmohan Singh, yang mengambil alih jabatan keuangan tersebut, bisa memulai gerakan lama ditunggu, seperti, membuka bidang ecerana untuk modal asing.

Mukherjee akan resmi dilantik pada Rabu, mengambil alih untuk lima tahun jabatan dari Pratibha Patil, wanita presiden pertama India, demikian AFP.
(B002/Z002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga