Sabtu, 30 Agustus 2014

Negara-negara Arab desak Bashar al-assad serahkan kekuasaan

Senin, 23 Juli 2012 08:40 WIB | 3.140 Views
Negara-negara Arab desak Bashar al-assad serahkan kekuasaan
Presiden Suriah Bashar al-Assad (REUTERS/SANA/Handout )
Doha (ANTARA News) - Negara-negara Arab telah menyerukan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk segera menyerahkan kekuasaan guna mengakhiri kerusuhan negaranya, kata Perdana Menteri Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, Senin.

"Ada kesepakatan tentang perlunya pengunduran diri secepatnya Presiden Bashar al-Assad," kata Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani kepada wartawan setelah pertemuan tingkat menteri Liga Arab di Doha yang berakhir dinihari Senin.

Liga Arab juga mendesak pemberontak Tentara Pembebasan Suriah untuk membentuk pemerintah transisi persatuan nasional.

"Kami menyerukan kepada oposisi dan Tentara Pembebasan Suriah agar membentuk suatu pemerintah kesatuan nasional," kata Sheikh Hamad saat ia menyampaikan hasil pertemuan Liga Arab.

Dia mendesak Bashar untuk mengambil keputusab "berani" untuk menyelamatkan negaranya, tempat pertempuran sengit berkecamuk pada Ahad antara tentara pemerintah dan pemberontak.

Secara nasional, 123 orang tewas dalam kekerasan pada Ahad, 59 dari mereka warga sipil, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Ia menambahkan bahwa selama masa tujuh hari sebanyak 1.290 orang tewas, tiga perempat dari mereka warga sipil.

Sheikh Hamad mengatakan, Bashar "bisa menghentikan kerusakan dan pembunuhan dengan mengambil keputusan yang berani".

Dia menambahkan bahwa hanya satu negara Liga Arab yang menyatakan keberatan atas penerimaan sikap itu.

Pertemuan di Doha Minggu juga setuju untuk menawarkan 100 juta dolar AS sebagai bantuan untuk para pengungsi Suriah, kata Sheikh Hamad yang juga menteri luar negeri Qatar.

Pada pembukaan pertemuan tersebut, Sheikh Hamad mengatakan bahwa utusan PBB-Liga-Arab Kofi Annan diberi tugas untuk menyusun kebijakan transisi di Suriah, setelah rencana perdamaiannya gagal untuk mengakhiri pertumpahan darah.

Misi Annan "harus berubah", dia bersikeras, dengan penekanan sekarang pada "pengalihan kekuasaan secara damai" di Suriah.

Pertemuan Doha terjadi pada saat pasukan Suriah, yang didukung dengan helikopter tempur, meluncurkan serangan baru pada Minggu terhadap kubu pemberontak di Damaskus, saat perang juga berkecamuk di kota kedua Suriah Aleppo.
(ANT)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga