Kamis, 31 Juli 2014

Tawuran pelajar meningkat

Senin, 23 Juli 2012 13:10 WIB | 4.211 Views
Tawuran pelajar meningkat
Ketua Umum Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait. (ANTARA/ Ujang Zaelani)
Jakarta (ANTARA News) - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mencatat jumlah kasus tawuran antarpelajar pada semester pertama tahun 2012 meningkat dibandingkan dengan kurun yang sama tahun lalu.

Saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin, Ketua Umum Komnas Anak Arist Merdeka Sirait menyatakan sepanjang enam bulan pertama tahun 2012 lembaganya mencatat ada 139 kasus tawuran pelajar, lebih banyak dibanding periode sama tahun lalu yang jumlahnya 128 kasus.

Menurut data yang diperoleh dari layanan pengaduan masyarakat Komnas Anak tersebut, dari 139 kasus tawuran yang kebanyakan berupa kekerasan antarpelajar tingkat sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas itu 12 diantaranya menyebabkan kematian.

Arist menambahkan, secara keseluruhan layanan pengaduan masyarakat Komnas Anak menerima 686 pengaduan kasus kekerasan terhadap anak di lingkungan rumah dan sekolah.

"Ironisnya, kasus-kasus kekerasan terhadap anak justru di lingkungan terdekat anak seperti rumah tangga, sekolah, lembaga pendidikan, dan lingkungan sosial anak," kata Arist.

Ia mengatakan, hal itu menunjukkan bahwa keluarga atau orang tua yang menurut undang-undang perlindungan anak merupakan salah satu penanggungjawab perlindungan anak gagal menunaikan tugas dan malah menjadi pihak yang menakutkan bagi anak.

Menurut Arist, perlu ada sosialisasi dan kampanye anti kekerasan oleh pemerintah, sekolah, dan organisasi masyarakat untuk menekan budaya kekerasan pada generasi muda.

(nta)


Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga