Selasa, 21 Oktober 2014

Penyerapan KUR 2012 dekati Rp17 triliun

| 2.752 Views
id kur, kredit usaha rakyat, kementerian koperasi dan ukm
Lebih deailnya, dari data hingga 13 Juli penyerapannya senilai Rp16,894 triliun
Jakarta (ANTARA News) - Penyerapan Kredit Usaha Rakyat tahun 2012 hingga 13 Juli mendekati Rp17 triliun dari total target Rp30 triliun, kata Deputi Pengembangan Usaha dan Restrukturisasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Choirul Djamhari.

"Lebih deailnya, dari data hingga 13 Juli penyerapannya senilai Rp16,894 triliun dengan total debitur yang menerima sebanyak 998.899," kata Choirul Djamhari kepada ANTARA, di Jakarta, Senin.

Menurutnya, nilai penyerapan tersebut sangat menggembirakan, dan Kemenkoperasi dan UKM akan berusaha merealisasikan sisa anggaran senilai Rp13 triliun lagi.

Dia yakin target penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2012 senilai Rp30 triliun akan tercapai karena melihat kondisi nasional yang sangat kondusif untuk mencapai tujuan itu.

Choirul mengatakan secara kumulatif sejak program KUR diluncurkan 2009 hingga pertengahan tahun ini, total penyerapannya senilai Rp80,31 triliun dengan total debitur sebanyak 6.300.000 debitur yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dia mengakui ada dua kendala dalam penyerapan KUR, yaitu dari sisi perbankan dan juga para debitur.

Dari sisi perbankan dia menjelaskan masih terbatasnya jumlah sebaran bank di seluruh Indonesia dan ini berpengaruh pada pemberian pelayanan bagi debitur yang ingin mengajukan kredit.

Menurutnya, dengan letak geografis Indonesia yang memiliki pulau lebih dari 140.000, banyak bank memiliki keterbatasan sulit membuka cabang

"Selain itu, kita memantau petugas bank tidak semua mengerti benar aspek KUR dan juga sejumlah bank melakukan `outsourcing` sehingga belum menguasai hal itu, berakibat pada informasi yang diberikan kurang benar," ujarnya.

Choirul menjelaskan hambatan dari sisi debitur yaitu banyak dari mereka tinggal ditempat yang belum ada layanan bank. Selain itu, menurutnya banyak debitur yang datang ke bank dalam keadaan belum siap sebagai debitur, karena KUR diberikan pada usaha yang layak secara ekonomi dan "capable".

Untuk mengatasi kendala itu, menurutnya Kemenkoperasi dan UKM sudah mensosialisasikan mengenai KUR kepada masyarakat luas. Selain itu mendampingi dan membimbing masyarakat untuk mengisi formulir dan pembuatan proposal serta agar mengetahui seluk beluk kredit.

"Kami menargetnya debitur sebanyak-banyaknya," ujarnya.

(SDP-53)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga