Jumat, 24 Oktober 2014

Eksploitasi seksual anak di Bandarlampung tinggi

| 2.103 Views
id eksploitasi anak, seksual anak, bandarlampung
Bandarlampung (ANTARA News) - Eksploitasi seksual terhadap anak di Bandarlampung menduduki peringkat tertinggi dalam kasus kekerasan anak setiap tahunnya.

"Kekerasan terhadap anak cenderung naik, data yang kami peroleh merupakan laporan dari masyarakat namun demikian masih banyak sebetulnya kasus kekerasan yang belum ter-cover," kata Ketua Harian Children Crisis Center (CCC) Lampung Murti Rahayu di Bandarlampung, Senin.

Setiap tahun menurutnya, trend pelecehan seksual terhadap anak berkisar antara 200 sampai 300 kasus se-Lampung.

"Kasus itu cenderung tinggi, jika dilihat dari upaya hukumnya belum diberikan hukuman yang berat bagi pelakunya," kata dia.

Lebih lanjut dia menambahkan, kasus pelecehan seksual itu lebih tinggi dilakukan oleh kerabat korban seperti ayah, paman, tetangga bahkan guru.

Sementara terkait kasus perdagangan manusia khususnya anak-anak, Murti menambahkan, dua tahun lalu pihaknya mengembalikan anak pada orangtuanya untuk mendapatkan hak-hak anak.

"Datanya memang tidak besar, tapi dua tahun lalu kami mengembalikan 30 sampai 35 anak korban kekerasan ke daerah masing-masing," ujarnya.

Saat ini CCC melakukan pendampingan terhadap 130 ekploitasi seksual komersil terhadap anak yang telah dilakukan sejak tahun 2010. Pendampingan itu, tambahnya, baru berjalan di sekitar Kota Bandarlampung.

Sementara itu menyambut hari anak nasional, CCC menggelar kampanye damai berupa pembagian stiker dan gantungan kunci kepada pengguna jalan sekitar Tugu Adipura Bandarlampung.

Selain itu, LSM tersebut mendatangi sejumlah panti asuhan dan melaksanakan buka puasa bersama dengan anak-anak yang berada di panti.

Tanggal 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional (HAN). Anaka-anak patut berbangga karena hari itu sengaja didedikasikan bagi anak-anak Indonesia.

Anak-anak itulah yang akan dan sedang membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik.

"Sejak hari ini, mari kita jalani hidup dengan tambahan semangat dari HAN. Sebagai anak yang mulai `dewasa� coba berusaha memberikan sesuatu yang lebih bermakna dalam hidup anak-anak kita," ujar Murti.

Tidak hanya anak sendiri, tapi juga anak-anak yang lain. Pastikan mereka, ujatnya, mempunyai bekal tidak hanya harta dan jabatan. Pastikan mereka mempunyai modal hati dan pikiran yang kuat. Semua itu kelak akan menjadi bekal mereka dalam hidup berdampingan di Indonesia yang lebih baik nantinya.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga