Jumat, 24 Oktober 2014

Kemenhut: laju deforestasi Indonesia menurun

| 5.074 Views
id deforestasi, perusakan hutan, indonesia, kementerian kehutanan
Kemenhut: laju deforestasi Indonesia menurun
Seorang polisi hutan lengkap dengan senjatanya melakukan patroli dan pengawasan rutin kondisi hutan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, Senin (25/6). (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)
Bila diukur secara ekonomi, nilai hutan yang berhasil kita selamatkan ini kurang lebih triliunan rupiah"
Bogor (ANTARA News) - Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumberdaya Hutan pada Kementerian Kehutanan Yuyu Rahayu mengatakan, laju kerusakan hutan atau deforestasi di Indonesia terus menurun setiap tahunnya.

"Dari penelitian soal hutan yang dilakukan per 3 tahun sekali, pada periode 2003 hingga 2006 laju deforestasi kita sebesar 1,15 juta hektar, jumlah ini terus menurun pada periode 2009-2011 menjadi 0,45 juta hektar," katanya saat ditemui dalam workshop Allometric Equation: komponen dasar akurasi penghitungan emisi karbon dari hutan di Bogor, Senin.

Yuyu mengatakan, penurunan deforestasi sebesar 0,45 juta hektar tersebut setara dengan pengurangan emisi carbon sebesar 489 juta.

Dijelaskannya, penurunan deforestasi tersebut berhasil dilakukan dengan berbagai cara, selain penanaman kembali, penyuluhan serta pemberdayaan masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan hutan telah mendorong penyelamatan hutan sebesar 675 ribu hektar setiap tahunnya.

"Bila diukur secara ekonomi, nilai hutan yang berhasil kita selamatkan ini kurang lebih triliunan rupiah," katanya.

Laju deforestasi hutan di Indonesia paling besar disumbang oleh kegiatan industri, terutama industri kayu, yang telah menyalahgunakan HPH yang diberikan sehingga mengarah pada pembalakan liar.

Penyebab terbesar kedua yakni oleh alih fungsi hutan menjadi perkebunan.

Dampak buruk lain akibat kerusakan hutan adalah terancamnya kelestarian satwa dan flora di Indonesia terutama flora dan fauna endemik.

Yuyu mengatakan, pemerintah masih terus berupaya untuk menurunkan laju deforestasi hutan Indonesia lewat berbagai cara.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah lewat berbagai penelitian yang melibatkan semua tenaga ahli.

Yuyu menilai angka laju penurunan deforestasi Indonesia bisa lebih tinggi dari angka yang ada sebelumnya apabila diukur dengan menggunakan allometric equation yakni komponen dasar akurasi perhitungan emisi karbon dari hutan.

"Dengan allometric equation ini nantinya diperoleh perhitungan emisi dari hutan tropis kita yang lebih representatif," katanya.

Ia mengatakan, allometric equation yang ada saat ini masih umum dan sangat terbatas.

"Untuk itu, sudah saatnya bagi Indonesia mendapatkan nilai AE yang memadai untuk pendugaan nilai karbon yang lebih akurat khususnya di wilayah Timur," katanya.

(KR-LR)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga