Negara (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Jembrana, Bali, akan memperketat pengawasan terhadap limbah pabrik ikan di sepanjang Desa Pengambengan hingga Tegalbadeng Barat.

"Pabrik yang belum memiliki instalasi pengolahan limbah atau IPAL saat ini sedang dalam pengawasan Kementerian LH," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana I Made Widana di Negara, Senin.

Ia mengungkapkan, 10 pengusaha pengolahan ikan sempat bersurat ke Bupati Jembrana I Putu Artha dan terkesan keberatan untuk membuat ipal.

Terkait hal ini Widana sudah mengumpulkan sepuluh pengusaha tersebut, dan menagih janji mereka dalam surat pernyataan saat mengajukan perizinan.

"Ada surat pernyataan yang mereka tandatangani, yang intinya setuju untuk tidak mencemari lingkungan dengan limbah mereka," ujar Widana.

Ia juga menegaskan, ipal wajib dimiliki oleh setiap pabrik yang menghasilkan limbah, karena merupakan amanat dari Undang-Undang Nomer32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Jika para pengusaha ini keberatan dengan biaya yang cukup besar untuk pembuatan ipal, Widana sudah menyarankan agar membuatnya secara kolektif.

"Pabrik-pabrik yang lokasinya berdekatan bisa membuat IPA Luntuk dipakai bersama. Dengan pola ini, biaya bisa ditanggung bersama sehingga lebih ringan," katanya.

Kepada pengusaha, Widana juga memperingatkan, jika tidak mematuhi peraturan perundang-undangan dalam masalah limbah, maka mereka bisa dijerat dengan hukuman penjara.

"Kami sudah memberikan surat teguran kepada mereka pada bulan Juni lalu, jika tidak digubris kami akan kirim surat teguran selanjutnya. Kalau masih membandel, bisa saja akan masuk dalam delik pidana," ujar Widana.

Selain kemauan, Widana menilai, keputusan untuk membuat IPAL berjalan lambat karena rata-rata pemilik tidak menangani langsung pabriknya.

"Pimpinan pabrik rata-rata hanya pelaksana bukan pemilik langsung. Jadi tiap kali kami minta bikin IPAL alasannya akan berkoordinasi dulu dengan pemilik," tambahnya.

Menurut Widana, dari puluhan pabrik pengolahan ikan baru dua yang kooperatif dengan membuat IPAL yaitu PT Bali Maya Permai dan PT Indohamafish.

(KR-GBI)